Skuad Laskar Badai Pantura memang mendapat jatah libur delapan hari setelah laga kontra Persipura Jayapura pada 22 November. Namun, jeda tersebut bukan berarti pemain bebas sepenuhnya.
Latihan Mandiri Wajib Selama Liburan
Senin (1/12), Patrick Cruz dan rekan-rekan kembali menggelar latihan rutin di Charlie Training Center. Pelatih kepala Stefan Keeltjes menyebut seluruh pemain sudah diberikan program latihan mandiri selama masa libur.
“Pemain profesional harus tetap menjalankan tugas latihan meski sedang liburan,” ujar Keeltjes.
Pelatih asal Surabaya itu menegaskan bahwa disiplin fisik tidak bisa dinegosiasikan.
Denda Rp1 Juta per Kilogram
Pada hari pertama latihan, tim pelatih langsung menggelar pengecekan berat badan. Setiap pemain yang mengalami kenaikan berat badan akan dikenai denda Rp1 juta per kilogram.
“Hari pertama kita cek timbang badan. Kalau ada yang naik satu kilogram, dendanya Rp1 juta per kilogram,” tegas Keeltjes.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan pemain tetap menjaga ritme dan kondisi tubuh selama libur kompetisi.
Performa Kendal Tornado FC Kian Melesat di November
Di balik aturan ketat tersebut, Tornado FC memang sedang berada dalam grafik menanjak. Sepanjang November, mereka tampil konsisten dan membukukan empat kemenangan serta hanya sekali kalah.
Kemenangan diraih atas:
1. Persiku Kudus (2-0)
2. PSIS Semarang (4-1)
3. Persela Lamongan (1-0)
4. Persipura Jayapura (1-0)
Satu-satunya kekalahan terjadi saat menghadapi Barito Putera dengan skor 1-2.
Rentetan hasil positif tersebut mendongkrak Kendal Tornado FC ke peringkat kelima Grup 2 (Grup Timur) dengan raihan 20 poin, semakin dekat dengan persaingan papan atas. (*)
Editor : Niklaas Andries