Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Revolusi VAR di Piala Dunia 2026! FIFA Tetap Gaspol Tinjau Tendangan Sudut Meski Liga Domestik Menolak

Niklaas Andries • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:14 WIB
PERANGKAT TAMBAHAN: Final Piala AFF U-23 2025 Indonesia vs Vietnam akan ditambah dengan VAR
PERANGKAT TAMBAHAN: Final Piala AFF U-23 2025 Indonesia vs Vietnam akan ditambah dengan VAR

RADARBANYUWANGI.ID - FIFA dipastikan melanjutkan rencana penggunaan VAR untuk memeriksa keputusan pemberian tendangan sudut pada Piala Dunia 2026, meskipun berbagai liga domestik menolak penerapannya dalam pertandingan reguler.

Dalam pertemuan International Football Association Board (IFAB) pada Oktober lalu, badan yang menetapkan aturan permainan, tercapai kesepakatan terkait perluasan cakupan VAR untuk mengoreksi kesalahan pemberian kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Namun, usulan FIFA untuk meninjau keputusan tendangan sudut ditolak, sehingga FIFA perlu membuat skema uji coba khusus untuk turnamen akbar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada tersebut.

Rencana ini akan kembali dibahas pada pertemuan IFAB berikutnya pada Januari, tetapi FIFA sejatinya sudah kerap menerapkan uji coba aturan baru di kompetisi yang mereka kelola. Teknologi offside semi-otomatis dan pengumuman keputusan VAR oleh wasit kepada penonton adalah dua contoh nyata.

Collina Dorong Reformasi Protokol VAR

Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menjadi salah satu pendukung utama perubahan ini. Ia menilai VAR seharusnya bisa mengoreksi setiap kesalahan yang dapat diidentifikasi dengan cepat.

Collina pernah menyinggung kasus pada final Euro 2016 ketika Portugal mendapat tendangan bebas yang salah akibat handball, yang hampir menghasilkan gol. Menurutnya, insiden semacam itu seharusnya bisa dicegah melalui intervensi VAR.

Liga Domestik Khawatir Waktu Pertandingan Makin Molor

Kekhawatiran terbesar liga domestik adalah tambahan keterlambatan akibat pemeriksaan VAR. Manajer Nottingham Forest, Sean Dyche, sempat kecewa ketika timnya kebobolan dari dua tendangan sudut yang salah diberikan musim ini.

Namun harapannya agar VAR memeriksa sepak pojok tampaknya belum bisa terwujud. Tekanan untuk mengurangi penundaan pertandingan membuat sebagian besar liga menolak perluasan fungsi VAR. CEO FA sekaligus anggota IFAB, Mark Bullingham, secara terbuka menyatakan penolakannya.

Sebaliknya, pemeriksaan VAR untuk kartu kuning kedua dinilai lebih realistis karena jumlah kasusnya relatif sedikit, jauh lebih sedikit dibanding rata-rata 10 tendangan sudut dalam satu laga Premier League.

Mengapa Liga Domestik Menolak?

Penolakan bukan soal teknis semata, tetapi juga terkait kapasitas:

1. FIFA bisa menunjuk banyak petugas VAR untuk Piala Dunia, sementara liga domestik umumnya hanya memiliki dua petugas VAR per laga.

2. Pada Piala Dunia 2022, setiap laga fase grup ditangani lima petugas VAR, termasuk VAR offside dan VAR pendukung.

3. FIFA memiliki kamera tambahan dan teknologi bola Adidas yang mampu mendeteksi sentuhan terakhir secara real-time, teknologi yang tidak dimiliki liga domestik.

4. Liga seperti Premier League bahkan masih menghadapi masalah keterbatasan kamera pada momen-momen krusial, seperti kontroversi gol kemenangan Newcastle melawan Arsenal dua tahun lalu.

Jika pemeriksaan tendangan sudut diwajibkan, seluruh liga yang menggunakan VAR—termasuk Liga Skotlandia, Eredivisie, hingga divisi kedua Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol—harus menjalankan prosedur yang sama. Hal ini diprediksi menimbulkan keterlambatan signifikan dan ketidakseragaman keputusan.

Piala Dunia 2026: Bagaimana Sistem VAR untuk Tendangan Sudut Akan Bekerja?

Salah satu prinsip utama Laws of the Game adalah wasit tidak boleh mengubah keputusan restart setelah permainan berjalan kembali. Artinya, jika bola sudah dimainkan dari tendangan sudut, keputusan tersebut tidak bisa dibatalkan.

Karena itu, setiap keputusan tendangan sudut harus direview sebelum bola dimainkan kembali. FIFA meyakini mereka memiliki sumber daya cukup, baik dari sisi jumlah petugas VAR, jumlah kamera, hingga teknologi bola, untuk membuat keputusan dengan cepat.

Untuk Piala Dunia 2026, pemeriksaan tendangan sudut akan ditambahkan ke empat area utama VAR:

1. Gol

2. Penalti

3. Kartu merah langsung

4. Identitas pemain

Kini akan bertambah:
5. Keputusan pemberian tendangan sudut

Mengapa Tidak Hanya Tendangan Sudut yang Berujung Gol?

Jika hanya tendangan sudut yang langsung menghasilkan gol yang diperiksa, tim penyerang bisa memanfaatkan celah aturan:

Mereka bisa mengambil sepak pojok secara pendek, mengetahui bahwa jika bola langsung masuk, golnya akan dianulir karena sepak pojok itu salah diberikan. Namun jika gol tercipta dari rangkaian serangan setelahnya, gol tersebut tetap sah.

Untuk menutup celah tersebut, semua tendangan sudut harus diperiksa sebelum permainan dilanjutkan.

Dengan seluruh pertimbangan teknis dan regulasi tersebut, FIFA tampaknya siap menjalankan uji coba kontroversial ini pada Piala Dunia 2026, meski mendapat penolakan dari berbagai liga domestik. Langkah ini berpotensi menjadi awal dari revolusi baru dalam penggunaan VAR di masa depan. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#piala dunia 2026 #liga domestik #FIFA #var