RADARBANYUWANGI.ID - Tim sepak bola Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi (Persawangi) punya cara sendiri untuk memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang akan jatuh pada 3 Desember hari ini.
Persawangi menggelar pertandingan persahabatan melawan tim amputasi asal Jember Persaid di lapangan luar Stadion Diponegoro, Senin (1/12).
Pertandingan sepak bola amputasi digelar di lapangan mini seukuran lapangan mini soccer dengan pemain di tiap laga berjumlah tujuh orang.
Pertandingan digelar dengan durasi singkat, yaitu 2 kali 15 menit. Persawangi turun menggunakan jersey berwarna hitam, sedangkan Persaid menggunakan warna putih kombinasi garis merah.
Koordinator panitia laga persahabatan sepak bola amputasi Indah Catur Cahyaningtyas mengatakan, laga persahabatan digelar untuk mengakomodir permintaan para pemain Persawangi. Mereka ingin ikut meramaikan peringatan HDI tahun ini.
"Teman-teman ingin berkampanye melalui pertandingan persahabatan ini. Kampanye yang ingin disampaikan bahwa teman-teman amputasi itu juga bisa bermain olahraga sepak bola yang menyenangkan," kata Indah.
Dia menambahkan, klub sepak bola sangat efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri para penyandang disabilitas amputasi.
Persawangi menjadi tim sepak bola amputasi di Banyuwangi dan telah eksis sejak tahun 2000. Persawangi juga menjadi salah satu dari tiga klub sepak bola amputasi terawal di Jawa Timur.
Persawangi juga sering mengikuti berbagai kompetisi yang digelar, baik tingkat regional maupun nasional.
"Yang terakhir itu, ikut piala Kapolresta Cup di Malang tingkat Jawa Timur. Saat itu dapat juara tiga," kata Indah yang juga manajer tim Persawangi.
Anggota Persawangi saat ini ada 25 orang pemain. Mereka terdiri dari dua tim, yakni tim A dan B.
Mereka sering menggelar latihan, biasanya di GOR Tawangalun atau Lapangan Barat Stadion Diponegoro.
"Perhatian Pemkab Banyuwangi cukup bagus pada. Kalau ada pertandingan luar kota, kami disiapkan kendaraan oleh Dispora," kata Indah. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin