RADARBANYUWANGI.ID - Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Akuatik Banyuwangi kembali digelar untuk kali kedua tahun ini. Setelah sukses digelar bulan Juni lalu di Cluring Waterpark, kali ini kejurkab dilaksanakan di Umbul Bening Park, Desa Watugondo, Kecamatan Glenmore.
Kejurkab akuatik Banyuwangi kedua ini digelar selama dua hari, Sabtu (29/11) hingga Minggu (30/11).
Sebanyak 376 atlet dari delapan klub akuatik se-Banyuwangi ambil bagian dalam kejuaraan ini. Ketua Cabor Akuatik Banyuwangi, Aditya Ruli Delianto mengatakan Kejurkab kali ini menjadi salah satu ajang penting untuk memetakan kekuatan atlet usia dini hingga remaja.
Pada edisi kedua ini, panitia membuka kejuaraan dengan peserta 11 Kelompok Umur (KU), mulai KU 2022 hingga KU 2008, dengan total 54 kelas lomba.
“Perkembangannya sangat menggembirakan. Kami rutin menggelar event seperti Kejurkab untuk memotivasi atlet, sekaligus menginventarisasi bibit-bibit berprestasi,” ujarnya.
Aditya menambahkan, selama kejuaraan kelas paling ketat berada dikelompok usia KU 2009–2010.
Kelas ini menurutnya menjadi yang paling potensial karena berada di usia emas atlet yang bisa disiapkan menuju berbagai agenda besar, termasuk Porprov.
Bahkan KU 2010 secara khusus disebut mulai menunjukkan grafik peningkatan yang cukup bagus.
“KU 2010 mulai terlihat potensinya. Ini penting sebagai proyeksi tim Porprov Banyuwangi ke depan,” tambah pria yang berprofesi sebagai notaris itu.
Tak hanya fokus menyelenggarakan kejuaraan tingkat kabupaten, Aditya mengungkapkan tahun depan cabor Akuatik Banyuwangi tengah menyiapkan rencana lebih besar.
Rencananya mereka akan menggelar even sekelas open Jatim yang bisa diikuti klub-klub renang di Jawa Timur.
“Sudah ada wacana tahun 2026 kami menggelar Open Jatim. Ini akan menjadi langkah besar untuk meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus memperkenalkan Banyuwangi sebagai pusat kegiatan olahraga air,” jelasnya.
Selain event kejuaraan, Cabor Akuatik Banyuwangi juga menggelar pelatihan pelatih dan wasit untuk kategori muda (D).
Hal itu menurut Adit dilakukan untuk memperkuat ekosistem olahraga akuatik.
"Total 116 peserta mengikuti program tersebut. Pengembangan atlet tidak bisa berdiri sendiri. Pelatih dan wasit juga harus terus kami upgrade. Dengan SDM yang lebih baik, mutu kejuaraan dan kualitas atlet pasti ikut meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Banyuwangi, Drs.Ahmad Khoirullah mengatakan cabor akuatik telah rutin menggelar kompetisi selama dua tahun terakhir.
Kompetisi rutin menurutnya berperan besar untuk menghidupkan eksistensi cabor di Banyuwangi.
"Iklim olahraga akuatik akan terus tumbuh saat ada kejuaraan rutin, apalagi ada upgrade wasit dan pelatih. Ini akan mendorong pertumbuhan atlet di Banyuwangi,"pungkasnya.
Editor : Agung Sedana