Penyerang asal Swedia itu kemudian duduk di bangku cadangan dengan ekspresi lega, seakan beban transfer senilai £125 juta atau setara Rp 2,5 tiriliun akhirnya terangkat dari pundaknya.
Gol Isak pada babak kedua melawan West Ham United menjadi momentum emas yang mengantar Liverpool meraih kemenangan krusial 2-0.
Hasil ini mengangkat sang juara bertahan Premier League ke posisi kedelapan dan membuka secercah harapan setelah periode kelam yang menjerumuskan mereka ke sembilan kekalahan dalam 12 pertandingan terakhir.
Padahal, ketika jadwal dirilis pada Juni lalu, tak ada yang mengira lawatan ke London Stadium pada akhir November akan menjadi laga yang berpotensi menentukan masa depan pelatih.
Slot di Ujung Tanduk: Kemenangan Ini Menjadi Penyelamat
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Imbau Warga Banyuwangi Siaga 10 Hari ke Depan
Kekalahan memalukan 1-4 dari PSV Eindhoven tengah pekan kemarin membuat situasi Slot semakin genting. Meski manajemen Anfield masih mendukungnya, mereka juga memahami bahwa musim ini adalah fase transisi dengan belanja lebih dari £450 juta untuk tujuh pemain anyar.
Namun kesabaran punya batas. Kekalahan lain bisa saja membuat masa depan Slot bersama Liverpool nyaris tak bisa dipertahankan.
Karena itu, keputusan pelatih Belanda tersebut melakukan empat perubahan dalam susunan pemain, termasuk mencadangkan Mohamed Salah, menjadi langkah berani yang terbukti tepat. Dua pemain yang masuk, yakni Isak dan Florian Wirtz, justru menjadi pembuka jalan kemenangan.
Wirtz Tampil Sensasional: Bintang yang Akhirnya Bersinar
Didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan mahar awal £100 juta, Florian Wirtz sebelumnya kesulitan beradaptasi dengan intensitas fisik Premier League. Namun di markas West Ham, bintang muda Jerman itu tampil sebagai pemain terbaik.
Operan terukurnya kepada Cody Gakpo di dalam kotak penalti membuka ruang bagi Isak untuk mencetak gol insting yang menuntaskan superioritas Liverpool di babak kedua.
Slot pun memuji penampilan Wirtz, meski tetap menekankan pentingnya performa kolektif.
“Florian bermain sangat baik, tetapi saya ingin menegaskan bahwa performa tim secara keseluruhan jauh lebih positif,” ujarnya.
“Ia mampu menjadi gelandang tambahan, mengalirkan bola dengan satu sentuhan, dan tampil sangat efektif setiap kali membawa bola.”
Joe Gomez Menghidupkan Sisi Kanan, Gakpo Pastikan Kemenangan
Keputusan Slot menurunkan Joe Gomez di posisi bek kanan juga terbukti jitu. Pemain Inggris itu menyuplai assist untuk gol kedua Gakpo pada masa tambahan waktu.
Selain menambah ketangguhan pertahanan, Gomez juga menawarkan ancaman dalam serangan.
Dengan cedera yang menimpa Conor Bradley dan Jeremie Frimpong, menjaga kebugaran Gomez menjadi hal krusial untuk stabilitas lini belakang Liverpool ke depan.
Isak Butuh Waktu, Namun Gol Ini Bisa Jadi Titik Balik
Isak tiba di Liverpool dengan situasi penuh drama, termasuk aksi mogok latihan di Newcastle demi memaksakan kepindahan. Namun sejak bergabung, cedera dan minimnya menit bermain membuatnya tersendat.
Sebelum laga ini, satu-satunya golnya untuk Liverpool hanya tercipta di Carabao Cup melawan Southampton.
Slot pun mengakui situasinya,
“Sebagai nomor 9, biasanya ia bermain lebih banyak menit. Tapi beberapa alasan membuat saya tak bisa memberinya itu. Bahkan hari ini, saya harus menariknya keluar setelah 68 menit.”
Golnya kali ini datang pada kesempatan ketiga, hanya beberapa menit sebelum ia ditarik keluar—momen yang sama pentingnya bagi tim maupun dirinya.
Harapan Baru Menuju Laga Berat Berikutnya
Liverpool kini menghadapi jadwal sulit, melawan Sunderland di Anfield dan kemudian bertandang ke Leeds United. Namun kemenangan ini memberi suntikan moral yang sangat dibutuhkan.
Posisi empat besar kini hanya berjarak tiga poin dari tangan mereka. Gelar juara mungkin sudah terlalu jauh, tetapi peluang untuk kembali ke jalur prestasi masih terbuka lebar.
Ditanya soal tidurnya setelah rentetan hasil buruk, Slot mengaku,
“Tidak bagus.”
Namun setidaknya, untuk malam ini, ia bisa tidur sedikit lebih tenang. (*)
Editor : Niklaas Andries