Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mason Mount Kembali Bersinar! Gol Brilian & Performa Penuh 90 Menit yang Ubah Nasib Manchester United di Markas Crystal Palace

Niklaas Andries • Senin, 1 Desember 2025 | 14:05 WIB

BERSINAR: Mason Mount turut andil dalam kemenangan MU atas Palace
BERSINAR: Mason Mount turut andil dalam kemenangan MU atas Palace
RADARBANYUWANGI.ID - Mason Mount akhirnya kembali menikmati laga penuh 90 menit di Premier League, untuk pertama kalinya sejak Januari 2023, ketika ia masih berseragam Chelsea melawan Crystal Palace.

Namun kali ini, bukan kualitas yang membuatnya absen lama, melainkan cedera dan masalah kebugaran yang kerap menghambat lajunya.

Pelatih Manchester United, Ruben Amorim, sejak awal menunjukkan keyakinan penuh terhadap Mount. Bahkan ketika sang gelandang berusia 26 tahun itu absen hingga April karena cedera otot, Amorim tetap melontarkan pujian atas kecerdasannya dalam bermain.

“Saya memainkannya karena Mason Mount sangat cerdas. Ia memberi kami penguasaan bola, bermain dengan intensitas tinggi, dan bisa mencetak gol,” ujar Amorim sebelum pertandingan di Selhurst Park.

Pujian itu menjadi nyata. Mount memastikan kemenangan pertama United di markas Palace sejak 2020 lewat eksekusi tendangan bebas yang tampak jelas telah direncanakan bersama Bruno Fernandes.

Gol tersebut tercipta hanya sembilan menit setelah Joshua Zirkzee menyamakan kedudukan, membalas penalti Jean-Philippe Mateta.

Kapten tim, Bruno Fernandes, ikut menegaskan kualitas rekannya itu. “Tidak pernah ada keraguan soal kualitas Mason. Ia hanya butuh ritme dan kebugaran,” ujarnya.

Cedera Tak Lagi Menghantui, Mount Mulai Menanjak

Sebelum musim ini bergulir, Mount kesulitan mempertahankan konsistensi akibat cedera yang membuat United merogoh £55 juta tanpa hasil maksimal. Namun kini kondisinya jauh lebih baik.

Mount mengaku lega dapat bermain penuh. “Saya merasa sangat baik. Kemenangan ini luar biasa, dan bisa bermain 90 menit lagi adalah hal penting bagi saya,” ujarnya.

“Saat Anda tampil seperti ini di depan para penggemar, semuanya terasa terbayar.”

Perannya semakin vital ketika ditempatkan sebagai salah satu gelandang serang nomor 10 favorit Amorim, menggantikan Matheus Cunha dan Benjamin Sesko yang sedang cedera. Keunggulan Mount dalam mencari ruang dan kecerdasannya membaca situasi menjadi komponen kunci.

Amorim Mengendus Keletihan Palace: Kunci Comeback United

Crystal Palace tampak kelelahan, sesuatu yang diakui oleh pelatih mereka, Oliver Glasner, terutama setelah jadwal padat dan cedera Ismaïla Sarr pada menit ke-38. Amorim menyadari gejala itu bahkan sebelum jeda babak pertama.

“Saya bisa merasakannya dari beberapa aksi terakhir mereka sebelum babak pertama berakhir. Mereka kesulitan keluar dari tekanan,” kata Amorim.

“Jika kami mencetak satu gol, semuanya akan berubah.”

Analisis Taktis: Bagaimana United Menguasai Laga di Babak Kedua

1. Perubahan Pergerakan Zirkzee

Pada babak pertama, Zirkzee kesulitan menguasai bola karena tekanan Maxence Lacroix. Namun di babak kedua, ia lebih aktif bergerak ke sisi kiri. Perubahan ini membuatnya lebih leluasa mengatur serangan dan menarik bek lawan keluar dari zona nyaman.

2. Dominasi Serangan Lewat Sisi Kiri

Sebanyak 47% serangan United di babak kedua mengalir dari sisi kiri. Mount dan Diogo Dalot bekerja secara rotatif, memaksa bek kanan Palace, Daniel Munoz, mengambil keputusan sulit, menjaga area atau mengikuti pergerakan Mount.

3. Mbeumo Bergerak Lebih Tengah

Bryan Mbeumo masuk lebih ke tengah, memungkinkan Zirkzee menarik penjagaannya dan membuka ruang. Hasilnya, United lebih mudah mempertahankan bola dan memenangkan pelanggaran.

4. Gol-Gol dari Situasi Bola Mati

Gol pertama, berawal dari pelanggaran yang didapat Mbeumo. Saat bola mati kedua, Zirkzee menyelesaikannya dengan cermat dari sisi kiri kotak penalti.

Gol kedua, bermula dari pergerakan Zirkzee ke sisi kiri yang memberi ruang untuk Dalot, yang kemudian dilanggar. Eksekusi cepat Fernandes–Mount mengunci kemenangan United.

Setelah laga, Amorim menyebut bahwa selain taktik, penurunan intensitas Palace menjadi faktor penentu. Kombinasi kebugaran, kecerdasan Mount, dan keberanian mengubah struktur serangan membuat United tampil dominan.

Mount Sukses Kembali Jadi Pembeda

Musim ini bisa menjadi kebangkitan Mason Mount. Dengan kebugaran yang membaik, pemahaman taktik yang matang, serta kepercayaan dari Amorim, ia kembali menunjukkan kelasnya sebagai gelandang serang modern yang komplet.

Bagi Manchester United, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, melainkan sinyal kuat bahwa Mount masih punya peran besar dalam perjalanan mereka di Premier League. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#manchester united #premier league #crystal palace #mason mount