Caicedo awalnya hanya diganjar kartu kuning, namun VAR menaikkan hukumannya menjadi kartu merah setelah tayangan ulang menunjukkan tekel berbahaya dengan kaki terangkat ke arah Mikel Merino. Gelandang Ekuador itu menjadi pemain keempat Chelsea yang diusir wasit pada musim ini.
Chelsea Unggul Lebih Dulu Meski Kehilangan Pemain
Baca Juga: Proyek KPBU Tol Ngawi–Bojonegoro–Babat: Investasi Rp 26,55 T, Panjang 106,41 KM dan Skema DBFOMT
Meskipun kekurangan pemain, tim asuhan Enzo Maresca justru membuka keunggulan beberapa detik setelah babak kedua dimulai. Trevoh Chalobah sukses memaksimalkan umpan sepak pojok Reece James dengan sundulan ke tiang dekat yang tak mampu dihalau kiper David Raya.
Gol itu memberi energi besar bagi tuan rumah yang berjuang keras mempertahankan ritme permainan meski berada dalam tekanan.
Arsenal Balas Melalui Duet Saka–Merino
Arsenal akhirnya menemukan gol penyeimbang setelah Bukayo Saka memamerkan kelincahan di sisi kanan kotak penalti Chelsea. Ia melepaskan umpan silang akurat yang disambut sundulan Mikel Merino, yang untuk laga ini berperan sebagai penyerang sementara.
Dengan waktu tersisa sekitar setengah jam dan unggul jumlah pemain, Arsenal sempat diprediksi mampu membalikkan keadaan. Namun, mereka justru kesulitan menciptakan peluang bersih.
The Blues Bertahan Solid, The Gunners Kehilangan Duet Bek Utama
Peluang terbaik Arsenal datang kembali dari Merino yang melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti, namun kiper Robert Sánchez melakukan penyelamatan gemilang.
Statistik pertandingan menunjukkan Arsenal hanya melepaskan delapan tembakan, lebih sedikit dari Chelsea yang mencatatkan 11 peluang meski bermain dengan 10 pemain. Pertahanan The Blues tampil disiplin dan terorganisasi sepanjang laga.
Arsenal sendiri tampil tidak dalam kondisi terbaik karena dua bek utama, William Saliba dan Gabriel Magalhaes, absen. Ini baru kedua kalinya terjadi dalam 162 pertandingan liga. Situasi bertambah panas ketika The Gunners mengoleksi enam kartu kuning, termasuk empat pada babak pertama yang penuh tensi. (*)
Editor : Niklaas Andries