Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Crystal Palace Digasak Manchester United, Oliver Glanser Serang Manajemen The Eagles: ‘Kami Gagal Perkuat Tim!’

Niklaas Andries • Senin, 1 Desember 2025 | 07:33 WIB

SERANG MANAJEMEN: Oliver Glanser komentari atas hasil laga Palace vs Setan Merah
SERANG MANAJEMEN: Oliver Glanser komentari atas hasil laga Palace vs Setan Merah
RADARBANYUWANGI.ID - Pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, meluapkan kekecewaan besar terhadap jajaran manajemen klub setelah timnya kalah 1-2 dari Manchester United di Selhurst Park.

Padahal, Palace lebih dominan di babak pertama dan sempat unggul lebih dulu. Namun, dalam sembilan menit di babak kedua, United membalikkan keadaan lewat gol Joshua Zirkzee dan Mason Mount.

Kekalahan tersebut menggagalkan peluang Palace untuk sementara menembus empat besar klasemen. Kini, mereka turun ke posisi tepat di bawah Manchester United yang berada di peringkat keenam. Ini juga menjadi kekalahan kedua dalam empat hari setelah sebelumnya takluk 1-2 dari Strasbourg di Liga Konferensi Eropa.

Musim ini menjadi kali pertama Palace tampil di kompetisi Eropa, dan kekalahan dari United memperpanjang catatan buruk, mereka belum memenangkan satu pun dari tiga laga liga yang dimainkan setelah tampil di Liga Konferensi.

Glasner Salahkan Minimnya Kedalaman Skuad

Menurut Glasner, kejatuhan Palace di babak kedua merupakan kombinasi kelelahan mental dan jadwal padat yang tidak diimbangi oleh kedalaman skuad yang memadai.

“Saya rasa ini saatnya untuk mengatakan hal ini. Ini jelas kesalahan kami. Kami gagal menambah kedalaman skuad pada musim panas,” ujarnya dalam konferensi pers usai laga.

“Kami sudah tahu jadwalnya, kami tahu Ismaïla Sarr akan ke Piala Afrika. Tidak ada yang mengejutkan. Tapi ketika untuk pertama kalinya dalam sejarah klub bermain di kompetisi Eropa, seharusnya kami berinvestasi, bukan bermain aman. Sekarang inilah yang kami hadapi.”

Meski demikian, Glasner menegaskan tak menyalahkan para pemain. Ia menilai mereka sudah memberikan segalanya.

“Para pemain memberikan hati mereka di lapangan. Bahkan hingga menit akhir mereka tetap berusaha mencari gol penyeimbang. Tetapi ada momen ketika kaki tak lagi mengikuti keinginan kepala,” katanya.

Penjualan Eze dan Minimnya Dukungan

Palace memang menjual bintang utama mereka, Eberechi Eze, ke Arsenal pada musim panas. Mereka mendatangkan lima pemain baru, tetapi hanya Yeremy Pino yang masuk starting XI melawan Manchester United.

Ketika ditanya apakah ia merasa dikecewakan manajemen, Glasner menjawab tegas:
“Kami semua sebenarnya berharap mendapatkan sedikit lebih banyak dukungan.”

Skuad Palace Makin Terpuruk oleh Cedera dan Jadwal Brutal

Glasner juga mengisyaratkan bahwa Sarr mungkin tidak bermain lagi hingga berangkat ke Piala Afrika karena cedera pergelangan kaki.

Desember akan menjadi bulan berat bagi Palace dengan delapan pertandingan di semua kompetisi. Namun, Glasner menolak menjadikan jadwal padat sebagai alasan.

“Maaf mengecewakan Anda, tapi saya bukan tipe orang yang sabar. Kami ingin menang di setiap kompetisi,” tegasnya.

“Tentu kami bisa saja berkata, saat melawan Arsenal di Piala Liga, ‘pertandingan ini tidak penting.’ Tapi saya tidak suka sikap seperti itu. Klub harus menyediakan sumber daya agar kami bisa terus progres. Jika tidak ingin progres, lebih baik berhenti bermain.”

Glasner menutup dengan pernyataan bahwa ia akan terus mencari solusi,

“Saya selalu memikirkan apa yang bisa saya ubah terlebih dahulu. Ini tanggung jawab saya menemukan jawaban yang tepat menghadapi jadwal seperti ini.” (*)

Editor : Niklaas Andries
#manchester united #premier league #crystal palace #OLIVER GLANSER