Sejak pengambilalihan klub oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada Mei 2022, Chelsea telah menggelontorkan hampir £1,5 miliar atau sekitar Rp31 triliun untuk membeli pemain baru. Dengan investasi sebesar itu, wajar jika tuntutan untuk masuk dalam perebutan gelar semakin besar.
Namun, muncul keraguan apakah tim muda asuhan Enzo Maresca, meski menyandang status juara Piala Dunia Antarklub FIFA, benar-benar siap bersaing dengan Arsenal, Liverpool, dan Manchester City musim ini.
Kini, jika Chelsea mampu mengalahkan Arsenal di Stamford Bridge, keraguan itu akan menguap. Kredibilitas mereka sebagai pesaing gelar tidak lagi dapat diperdebatkan.
Arsenal Masih Perkasa, Tapi Jarak Bisa Terpangkas
Arsenal tampil dominan musim ini. Pasukan Mikel Arteta memimpin klasemen Liga Inggris sekaligus puncak fase liga Liga Champions. Namun, keunggulan enam poin mereka di liga bisa terpangkas separuhnya jika tumbang dari Chelsea.
Sementara itu, Manchester City, yang berada di peringkat ketiga, berpotensi memperpendek jarak apabila menang atas Leeds United di Etihad Stadium. Meski tak konsisten, City tetap ancaman besar selama Erling Haaland masih bugar dan produktif.
Chelsea: Tidak Terduga, Berbahaya, dan Sedang On Fire
Chelsea saat ini menjadi “kuda liar” di bawah Maresca. Kemenangan mereka atas jawara Liga Champions, Paris Saint-Germain, pada final Piala Dunia Antarklub menjadi bukti bahwa The Blues mampu melampaui ekspektasi dan mengalahkan tim terbaik.
Dengan skuad muda penuh bakat seperti Estêvão dan Alejandro Garnacho, Chelsea menjadi tim yang tidak mudah diprediksi. Mereka bisa sangat brilian, tetapi juga rawan tampil angin-anginan, sehingga membuat Arsenal harus ekstra waspada.
Arsenal Solid, Tapi Chelsea Punya X-Factor
Arsenal dikenal kokoh dan efisien, unggul dalam memaksimalkan bola mati melalui tendangan bebas dan sepak pojok. Namun, mereka tidak memiliki kebebasan bermain dan kreativitas liar seperti yang ditampilkan Chelsea musim ini.
Pertarungan gaya permainan antara kedua tim ini akan menjadi indikator penting ke mana arah perburuan gelar akan bergerak.
Dari Terpuruk ke Bangkit: Perubahan Wajah Chelsea
Kekalahan 1-2 dari Sunderland pada 25 Oktober sempat membuat Chelsea terjun ke posisi kedelapan. Itu menjadi kekalahan ketiga dalam sembilan laga liga, dan menyoroti masalah klasik era baru klub, terlalu banyak pemain muda, terlalu sering berubah, kurang pengalaman.
Namun, sejak saat itu segalanya berubah drastis. Kekalahan tersebut kini terlihat sebagai "kecelakaan kecil" dalam rentetan hasil impresif, hanya satu kekalahan dari 11 pertandingan di semua kompetisi, tanpa diperkuat Cole Palmer.
Dalam periode itu, Chelsea mencetak 27 gol dan mencatatkan enam clean sheet, termasuk kemenangan besar atas Liverpool dan Barcelona.
Kekhawatiran soal pertahanan dan penjaga gawang kini mulai hilang. Duet Moises Caicedo–Enzo Fernandez tampil gemilang, Pedro Neto pun stabil di lini tengah, sementara wonderkid 18 tahun Estevao kian menunjukkan potensi sebagai fenomena global.
Masalah Utama: Striker yang Masih Mandul
Satu kekurangan nyata Chelsea adalah minimnya sumbangan gol dari posisi penyerang tengah. Joao Pedro sebagai striker utama baru mengoleksi empat gol, jumlah yang sama dengan Fernandez dan Neto.
Padahal, biasanya sebuah tim juara memiliki penyerang yang mampu mencetak 20 gol liga dalam satu musim.
Walau demikian, The Blues tetap produktif. Total 23 gol Liga Inggris mereka hanya kalah dari Arsenal dan City (masing-masing 24 gol). Sementara itu, lini pertahanan mereka, dengan 11 kebobolan, juga salah satu yang terbaik.
Duel Penentuan Mental Juara
Laga Minggu ini bukan sekadar soal tiga poin. Pertandingan ini akan menentukan mental dua tim dalam perburuan gelar.
1. Jika Arsenal menang, mereka menjauh sembilan poin dan mengirim pesan kuat kepada para pesaing.
2. Jika Chelsea menang, perburuan gelar akan terbuka lebar. The Blues akan semakin percaya diri, sementara Arsenal harus berhadapan dengan keraguan dan tekanan.
Chelsea memang bukan rival tradisional Arsenal seperti Tottenham Hotspur. Namun dalam dua dekade terakhir, The Blues adalah klub London yang paling sering “menghancurkan” ambisi Arsenal, dengan lima gelar Liga Inggris dan dua trofi Liga Champions sejak The Invincibles tahun 2004.
Jika Chelsea Menang, Mereka Resmi Kandidat Juara
Jika Chelsea kembali menang akhir pekan ini, status mereka sebagai penantang gelar tidak lagi perlu dipertanyakan. The Blues akan menjadi penantang nyata, dan giliran Arsenal yang harus membuktikan ketangguhan mental mereka. (*)
Editor : Niklaas Andries