Fokus utama tim, katanya, adalah menutup segala gangguan eksternal, termasuk atmosfer besar yang tercipta ketika bintang sekelas Lionel Messi berada di lapangan.
Jansen, yang mulai menangani NYCFC sejak awal musim 2025, kini hanya berjarak satu kemenangan dari gelar MLS Cup kedua bagi klub tersebut.
Fokus pada Identitas, Bukan Lawan
“Sejak hari pertama saya masuk ruang ganti, saya meminta seluruh pemain dan staf untuk membangun mentalitas ‘tahan peluru’. Artinya, tidak masalah bermain di mana, melawan siapa, atau dalam situasi apa pun, kami harus fokus pada apa yang harus dilakukan,” ujar Jansen.
Ia menegaskan bahwa fokus pada pekerjaan dan tanggung jawab pribadi adalah kunci. Namun, ia tidak menampik bahwa menghadapi Messi bisa memberikan tekanan besar.
“Messi adalah Messi, ia punya dampak masif di liga, dan itu hal yang sangat positif. Namun bayangkan ketika Anda ada di lapangan melawan seorang legenda, Anda bisa saja kewalahan, lupa tanggung jawab, dan kehilangan daya saing,” jelasnya.
Belum Pernah Menang atas Inter Miami Musim Ini
NYCFC belum berhasil mengalahkan Inter Miami pada musim 2025. Mereka bermain imbang 2-2 pada laga pembuka musim di Chase Stadium, lalu kalah 4-0 di Citi Field pada September.
Meski demikian, Jansen menilai timnya kini sudah jauh berkembang dan siap tampil lebih berbahaya.
“Dua pertemuan sebelumnya memberi kami pelajaran besar. Sekarang, dengan perubahan di skuad Miami dan perkembangan kami sepanjang musim, kami lebih siap memberi perlawanan yang lebih baik,” ujar Jansen.
“Kami tahu pertandingan ini akan ketat, margin kemenangan akan kecil.”
Perjalanan Menuju Final Wilayah Timur
NYCFC menempati peringkat kelima di Wilayah Timur pada akhir musim reguler MLS. Mereka kemudian menyingkirkan Charlotte FC di Babak Pertama, sebelum menggagalkan langkah juara Supporters’ Shield, Philadelphia Union, di semifinal wilayah.
Sementara itu, Inter Miami tampil sangat dominan di babak playoff. Masuk sebagai unggulan ketiga, pasukan Gerardo Martino mencatat dua kemenangan beruntun 4-0 atas Nashville SC dan FC Cincinnati.
Dengan barisan nama besar seperti Lionel Messi, Luis Suárez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba, mereka jelas menjadi favorit.
Predikat Underdog Tak Menggoyahkan NYCFC
Saat ditanya apakah ia keberatan jika NYCFC dianggap sebagai underdog, Jansen menolak anggapan itu memengaruhi timnya.
“Saya tidak masalah disebut underdog. Sebut apa saja. Semua itu bagian dari mentalitas tahan peluru. Saya tidak peduli apa kata orang di luar sana,” tegasnya.
Menuju MLS Cup 2025
Pemenang laga ini akan melaju ke MLS Cup pada 6 Desember, menghadapi pemenang duel antara San Diego FC dan Vancouver Whitecaps.
Pertarungan ini bukan sekadar uji kualitas, tetapi juga uji mental. Dan bagi NYCFC, mentalitas “tahan peluru” itulah yang kini menjadi senjata utama untuk menghadapi Messi dan Inter Miami. (*)
Editor : Niklaas Andries