Masih dengan gaya khasnya, rambut ikal tebal yang menjadi ciri, David Luiz melompat tinggi menyambut umpan sepak pojok dan melepaskan sundulan keras ke sudut atas gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-18.
Dengan usia 38 tahun 218 hari, ia resmi menjadi pencetak gol tertua kedua dalam sejarah Liga Champions, hanya kalah dari bek Portugal Pepe yang mencetak gol pada usia 40 tahun 290 hari untuk FC Porto pada Desember 2023.
Pafos Selamat Lewat Gol Bunuh Diri Menit Akhir
Baca Juga: PUDAM Banyuwangi Tanggung BPJamsostek 250 Pekerja Informal, Perlindungan Sosial Diperluas
Setelah gol penyama David Luiz, Monaco kembali mengambil keunggulan melalui striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. Namun Pafos berhasil memaksakan hasil imbang 2-2 berkat gol bunuh diri Mohammed Salisu pada menit ke-88.
Gol ini sekaligus menandai kembalinya David Luiz mencetak gol di Liga Champions sejak Oktober 2017, ketika ia bermain untuk Chelsea dalam laga imbang 3-3 melawan AS Roma di Stamford Bridge.
Karier Liga Champions: Dari Benfica hingga Pafos
David Luiz memiliki sejarah panjang di kompetisi elite Eropa. Ia pernah menjadi bagian penting dari skuad Chelsea yang menjuarai Liga Champions 2012, kemudian tampil bersama Paris Saint-Germain. Debutnya sendiri terjadi pada 2007 saat masih membela Benfica.
Musim ini, ia kembali ke sepak bola Eropa setelah empat tahun bermain di Brasil, bergabung dengan juara Siprus, Pafos, yang sedang menjalani debutnya di panggung Liga Champions.
Kembalinya sang veteran ke kompetisi Eropa langsung disertai gol bersejarah, membuktikan bahwa usia tak menghalanginya untuk bersinar di level tertinggi. (*)
Editor : Niklaas Andries