Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

5 Pelajaran Penting dari Kekacauan F1 GP Las Vegas 2025

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 26 November 2025 | 17:26 WIB
Drama GP Las Vegas 2025 mengubah persaingan gelar F1.
Drama GP Las Vegas 2025 mengubah persaingan gelar F1.

RADARBANYUWANGI.ID - Grand Prix Las Vegas 2025 menghadirkan salah satu akhir pekan paling dramatis dalam musim Formula 1 (F1) modern.

Dari diskualifikasi ganda McLaren hingga kebangkitan Max Verstappen, balapan di Sin City ini mengubah dinamika perebutan gelar secara drastis.

Berikut lima hal penting yang dapat dipetik dari akhir pekan penuh kejutan tersebut.

Diskualifikasi McLaren Mengubah Peta Persaingan Kejuaraan

Keputusan FIA mendiskualifikasi Lando Norris dan Oscar Piastri karena keausan skid-block berlebihan pada MCL39 mereka menjadi titik balik besar dalam perebutan gelar.

Norris yang sebelumnya memimpin dengan nyaman kini harus melihat keunggulannya terpangkas signifikan.

Verstappen, yang sebelum balapan tertinggal 42 poin, kini hanya berselisih 24 poin dengan dua seri tersisa.

Peluang merebut gelar kembali terbuka lebar bagi pembalap Red Bull tersebut.

Di sisi lain, McLaren menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan keunggulan Norris yang sejatinya masih sama seperti sebelum tiba di Las Vegas.

Kesalahan Norris di Tikungan 1 yang Berbuah Mahal

Meski memulai dari pole position yang ia raih secara sensasional, Norris gagal mempertahankan keunggulan akibat manuver agresif di Tikungan 1.

Berusaha memotong Verstappen, ia justru memasuki area lintasan yang minim grip dan salah menghitung titik pengereman.

Kesalahan itu bukan hanya membuat Verstappen mengambil alih posisi pertama, tetapi juga memberi kesempatan George Russell untuk menyalip.

Insiden ini kembali menegaskan keunggulan Verstappen dalam duel roda-ke-roda maupun dalam tekanan psikologis di awal balapan.

Peluang Gelar Oscar Piastri Kian Menipis

Musim yang awalnya menjanjikan kini berubah menjadi rangkaian kekecewaan bagi Oscar Piastri.

Untuk ketujuh kalinya secara beruntun ia kalah cepat dari Norris, dan ia sendiri mengakui telah membuat terlalu banyak kesalahan di Las Vegas.

Ironisnya, diskualifikasi McLaren justru menguntungkannya, jarak 30 poin ke Norris kini kembali menjadi 24.

Namun dengan performa yang terus menurun, sulit membayangkan Piastri dapat membalikkan keadaan dalam dua balapan tersisa, termasuk di Qatar di mana ia tampil mengejutkan tahun lalu.

Musim Terburuk Lewis Hamilton Bersama Ferrari Berlanjut

Debut Lewis Hamilton bersama Ferrari semakin tampak sebagai mimpi buruk.

Lolos kualifikasi dari posisi terakhir, yang pertama kali terjadi dalam 17 tahun kariernya, menjadi simbol dari musim yang tidak kunjung membaik.

Meski akhirnya finis kedelapan setelah revisi hasil, Hamilton terlihat semakin vokal menyuarakan kekecewaannya.

Ia bahkan mengisyaratkan keraguan terhadap performa dirinya sendiri serta arah pengembangan Ferrari.

Dengan hanya dua balapan tersisa, ia menghadapi ancaman nyata menjalani musim tanpa podium, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Carlos Sainz Bersinar Bersama Williams

Di tengah hiruk-pikuk drama tim besar, Carlos Sainz tampil memukau bersama Williams.

Ia memaksimalkan potensi mobil dan menjadi yang terbaik di lini tengah, mempersembahkan 10 poin krusial setelah McLaren didiskualifikasi.

Performa ini semakin mengokohkan Williams di posisi kelima klasemen konstruktor, unggul 31 poin dengan dua seri tersisa.

Sainz membuktikan dirinya sebagai salah satu pembalap paling konsisten musim ini, sekaligus faktor kunci kebangkitan Williams.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#max verstappen #formula 1 #mclaren #las vegas #f1