Kekalahan 0-3 dari Nottingham Forest pada Sabtu lalu menjadi pukulan terbaru, sekaligus kekalahan keenam Liverpool dalam tujuh pertandingan Premier League. Untuk pertama kalinya sejak 1965, Liverpool menelan dua kekalahan beruntun di liga dengan selisih tiga gol.
Hasil ini membuat The Reds terpuruk di posisi ke-12 klasemen dan tertinggal 11 poin dari pemuncak, Arsenal. Harapan mempertahankan gelar pun kian menipis.
Slot tidak menutupi keterkejutannya,
“Ini konyol. Tidak masuk akal. Saya sudah sering mengatakan, tidak ada cukup alasan untuk membenarkan performa seperti ini. Hal ini tidak terduga bagi klub, bagi saya, bagi semua orang.”
Namun Slot menegaskan bahwa Liverpool adalah klub terbaik untuk menghadapi masa sulit.
“Semakin berat situasinya, semakin kuat kami bersatu.”
Slot Tetap Tenang di Tengah Tekanan: “Itu Karakter Saya”
Ketika ditanya bagaimana ia menghadapi tekanan dari luar, Slot menekankan bahwa ketenangan adalah bagian dari kepribadiannya.
“Untuk tetap tenang, bagi saya tidak sulit. Karakter saya memang demikian. Tapi situasi seperti ini jelas tidak menyenangkan, terutama ketika Anda melatih klub seperti Liverpool dan harus menerima kekalahan.”
Slot juga mengaku tidak menyangka akan berada dalam periode kelam seperti ini.
“Dengan cara kami menerapkan taktik dan kualitas pemain yang kami punya, tidak ada yang menyangka kami akan kalah sebanyak ini.”
Ia memaparkan bahwa statistik buruk Liverpool tidak bisa dipungkiri:
“Ini kekalahan keenam dari tujuh laga Premier League. Dalam empat laga terakhir, kami kalah dua kali, dan di Liga Champions kami menang tiga kali. Tapi tetap saja, ini jauh di bawah standar Liverpool. Saya bertanggung jawab penuh, dan saya merasa bersalah.”
Liverpool Krisis Pemain Jelang Laga Kunci di Liga Champions
Kesulitan Liverpool bisa bertambah karena gelandang Florian Wirtz diperkirakan absen pada laga Liga Champions kontra PSV Eindhoven pada Kamis (27/11) dini hari. Selain itu, Jeremie Frimpong dan Conor Bradley juga tidak terlihat dalam sesi latihan pada Selasa.
The Reds kini berharap dapat memulihkan performa sekaligus memutus tren negatif yang menghambat ambisi mereka mempertahankan reputasi sebagai salah satu tim teratas Eropa. (*)
Editor : Niklaas Andries