Guardiola membuat 10 perubahan dari skuad yang kalah 1-2 dari Newcastle United pada akhir pekan. Ia bahkan mengatakan akan mengganti seluruh pemain jika memungkinkan, namun dengan Rodri masih absen, Nico González tetap dimainkan.
Keputusan berani itu tidak membuahkan hasil.
Dengan Erling Haaland, Phil Foden, dan Gianluigi Donnarumma hanya menjadi penonton, Leverkusen memanfaatkan kondisi City yang tampil kaku dan kurang tajam untuk mencetak gol pertama dan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Guardiola langsung bereaksi. Pada jeda, ia menarik Rayan Aït-Nouri, Oscar Bobb, dan Rico Lewis, lalu memasukkan Foden, Jeremy Doku, dan Nico O'Reilly.
Haaland ikut dimainkan pada babak kedua, tetapi tetap tidak mampu mencegah Leverkusen menggandakan keunggulan dan membuat City menelan kekalahan kandang pertama di fase grup Liga Champions sejak 2018.
“Terlalu banyak perubahan,” ujar Guardiola.
“Mungkin terlalu berlebihan, melihat hasilnya. Saya bertanggung jawab penuh.”
Rotasi Pep Dipertanyakan: City Justru Terancam di Liga Champions
Keputusan rotasi besar Guardiola makin membingungkan ketika City justru membutuhkan kemenangan untuk mengamankan posisi jelang laga tandang ke Real Madrid bulan depan.
Kekalahan di Bernabeu bisa membuat City harus berjuang lebih keras pada laga berikutnya melawan Bodo/Glimt dan Galatasaray jika ingin finis di posisi delapan besar untuk lolos langsung ke babak 16 besar.
Melihat situasi tersebut dan meski mudah dikatakan setelah kejadian Guardiola mungkin lebih tepat memainkan skuad inti melawan Leverkusen dan melakukan rotasi ketika menghadapi Leeds United pada akhir pekan.
AIt-Nouri, yang baru menjalani starter keduanya sejak Agustus, tampil di bawah standar dan menjadi titik lemah. Dari sisi yang ia jaga, Alejandro Grimaldo mencetak gol pertama Leverkusen, memanfaatkan celah pada pertahanan Abdukodir Khusanov yang juga minim menit bermain dalam dua bulan terakhir.
Pada babak kedua, Patrik Schick menambah gol, memperparah kondisi City. Haaland yang masuk menit ke-65 sempat menciptakan peluang terbaik City, namun kiper Mark Flekken sukses menepisnya.
Leverkusen Pecahkan Rekor, Sementara City Kian Tertekan
Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Leverkusen di tanah Inggris pada laga Liga Champions sejak menumbangkan Tottenham pada 2016.
Bek Inggris, Jarell Quansah, mengakui laga tersebut berat, terlebih setelah Haaland dan Foden masuk,
“Kami tahu kualitas mereka luar biasa. Tapi kami menunjukkan karakter dan determinasi besar.”
Ketika ditanya apakah Guardiola meremehkan Leverkusen, pelatih Kasper Hjulmand hanya menjawab singkat:
“Tidak peduli siapa yang mereka turunkan, City tetap tim berkualitas.”
City Harus Bangkit: Leeds di Depan Mata
Dengan 10 poin dari lima laga, City kini berada di posisi keenam fase liga. Guardiola sadar betul risiko jika gagal masuk delapan besar, mengingat musim lalu mereka finis ke-22 dan harus menghadapi Madrid pada playoff.
Namun peluang City masih sangat terbuka. Musim lalu, Aston Villa finis di posisi ke-8 dengan 16 poin. angka yang masih bisa dikejar.
“Sekarang fokus ke Leeds. Kami harus menjernihkan pikiran dan bangkit,” tegas Guardiola.
Dengan pemain pelapis gagal memberi dampak positif, hampir bisa dipastikan Guardiola akan kembali mengandalkan bintang-bintang utamanya dalam laga berikutnya. (*)
Editor : Niklaas Andries