Gol bunuh diri Jules Kounde membuka keunggulan Chelsea pada babak pertama. Situasi makin memburuk setelah Ronald Araújo mendapat kartu merah menjelang jeda. Pada babak kedua, gol dari Estêvão dan Liam Delap memastikan Barca pulang tanpa poin.
Kekalahan ini membuat sang juara bertahan Liga Spanyol terpuruk di posisi 15 klasemen fase liga Liga Champions, dengan hanya mengumpulkan tujuh poin dari lima laga. Barcelona kini berada dalam ancaman nyata gagal menembus posisi delapan besar yang memberi tiket langsung ke babak 16 besar.
Flick: Barcelona Akan Berubah, Saya Janji
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Flick mencoba menjaga optimisme meski hasil sangat mengecewakan.
“Kita akan melihat Barcelona yang berbeda pada laga-laga berikutnya, itu janji saya,” ujar Flick. “Saya melihat bagaimana kami berlatih, kualitas dan intensitasnya. Semuanya jauh lebih baik dibanding enam pekan lalu.”
Flick juga menegaskan bahwa kembalinya beberapa pemain kunci membuat dirinya yakin akan perubahan positif.
“Raphinha sudah kembali bermain di babak kedua, Marcus Rashford pulih setelah terserang flu, dan Pedri segera kembali. Kualitas latihan meningkat. Saya sangat optimistis.”
Peluang Emas Terbuang & Agresivitas yang Hilang
Barcelona sebenarnya sempat mendapatkan peluang emas melalui Ferran Torres di awal laga, namun gagal dimanfaatkan. Situasi berubah drastis setelah Chelsea mengambil kendali permainan.
Gol bunuh diri Koundé berawal dari kombinasi apik Marc Cucurella dan Pedro Neto. Araújo kemudian diusir keluar lapangan pada menit ke-43 setelah menerima kartu kuning kedua karena pelanggaran terhadap Cucurella.
Pada babak kedua, aksi individu brilian dari Estêvão menggandakan keunggulan Chelsea pada menit ke-55. Tidak lama, Delap yang masuk sebagai pemain pengganti menutup kemenangan 3-0.
Flick menyayangkan kurangnya intensitas yang ditunjukkan timnya.
“Kami harus lebih agresif, terutama dalam duel satu lawan satu,” tegasnya. “Chelsea bermain sangat agresif, lebih kuat secara fisik, dan lebih dinamis. Itulah yang saya harapkan dari tim saya.”
Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti bahwa Liga Champions, terutama menghadapi tim papan atas Premier League, membutuhkan karakter yang lebih kuat.
“Kadang kami merasa bisa mengontrol bola, tapi di Liga Champions tidak seperti itu. Dengan kartu merah, semua semakin sulit. Kami harus menerima kekalahan ini, namun saya tetap optimistis untuk laga berikutnya.”
Eric Garcia: "Malam yang Benar-Benar Buruk"
Bek Barcelona, Eric García, tak menutupi rasa kecewanya.
“Ini malam yang benar-benar buruk. Kami punya beberapa peluang bagus, tapi setelah kebobolan dari bola mati, segalanya berubah. Gol kedua benar-benar mematikan,” ujarnya.
García mengakui timnya kalah dalam duel, transisi, dan penguasaan bola.
“Chelsea sangat mudah melewati tekanan kami. Kami mencoba membangun serangan lewat full-back, tapi selalu gagal. Kami mengejar bola sepanjang laga. Dalam pertandingan besar seperti ini, jika Anda tidak kuat dalam duel dan bola kedua, hampir mustahil menang.”
Jadwal Barcelona Selanjutnya
Barcelona masih memiliki tiga laga penentu di fase liga Liga Champions, masing-masing melawan Eintracht Frankfurt, Slavia Praha, dan Copenhagen.
Namun sebelum itu, Barca harus kembali fokus ke LaLiga. Blaugrana akan memainkan dua laga kandang beruntun di Spotify Camp Nou, menghadapi Alaves dan Atletico Madrid
Dengan tekanan yang kian besar, Flick kini dituntut untuk segera membuktikan janjinya menghadirkan wajah baru Barcelona. (*)
Editor : Niklaas Andries