Kemenangan dominan di Stamford Bridge itu menempatkan The Blues dalam kelompok elit klub Eropa yang mampu secara konsisten menaklukkan raksasa Catalunya tersebut.
The Blues menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0 setelah gol bunuh diri Jules Kounde membuka keran gol Chelsea. Situasi kian menguntungkan tuan rumah ketika Ronald Araujo menerima kartu merah, memaksa Barcelona bermain dengan 10 orang sejak paruh pertama.
Pada awal babak kedua, Estevao menggandakan keunggulan Chelsea lewat penyelesaian apik, sebelum Liam Delap memastikan kemenangan dengan gol ketiga. Hasil ini mengangkat posisi pasukan Enzo Maresca ke peringkat kelima klasemen sementara fase liga Liga Champions.
Masuk Klub Eksklusif Penakluk Barcelona
Kemenangan 3-0 ini memiliki makna historis. Chelsea kini menjadi klub ketiga dalam sejarah Liga Champions yang berhasil mengalahkan Barcelona setidaknya lima kali. Dua klub lain yang lebih dulu mencapainya adalah Bayern Munich dengan 10 kemenangan dan Paris Saint-Germain dengan 6 kemenangan.
Selain itu, skor 3-0 merupakan kemenangan terbesar Chelsea atas Barcelona di ajang Liga Champions, melewati margin dua gol pada dua pertemuan awal kedua tim.
Pada April 2000, Tore Andre Flo mencetak dua gol dalam kemenangan 3-1 di leg pertama perempat final. Lalu pada Maret 2005, tim asuhan Jose Mourinho menang 4-2 di leg kedua babak 16 besar.
Stamford Bridge Tetap Angker bagi Barcelona
Kemenangan ini juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Chelsea di kandang sendiri saat menghadapi Barcelona. Dari lima pertemuan terakhir di Stamford Bridge, Chelsea menang tiga kali dan imbang dua kali.
Secara keseluruhan, The Blues hanya sekali kalah dari delapan laga kandang mereka melawan Barcelona di Liga Champions. Satu-satunya kekalahan terjadi pada Februari 2006 di babak 16 besar.
Fokus Berikutnya: Bentrok Premier League Kontra Arsenal
Setelah mencatat kemenangan bersejarah dan memperbesar peluang finis di delapan besar fase liga, Chelsea kini mengalihkan fokus ke laga Premier League akhir pekan ini saat menjamu Arsenal. (*)
Editor : Niklaas Andries