RADARBANYUWANGI.ID - Marc Marquez akhirnya mengungkap titik balik emosional yang menumbuhkan keyakinannya untuk merebut gelar juara dunia MotoGP 2025.
Pembalap Ducati Lenovo tersebut menyebut bahwa seri Qatar menjadi momen terpenting yang mengubah persepsinya terhadap peluang gelar, bahkan setelah melakukan kesalahan besar di seri Austin sebelumnya.
Qatar 2025: Balapan yang Mengubah Segalanya
Musim 2025 menjadi salah satu periode paling dominan dalam karier Marquez.
Meski sempat absen di lima balapan, ia tetap mengunci gelar dunia kesembilannya di Jepang dengan selisih 78 poin, lima seri sebelum musim berakhir.
Kemenangan di tiga dari empat balapan awal serta delapan kemenangan dari sembilan balapan antara Aragon dan Misano menunjukkan konsistensinya yang luar biasa.
Namun, bagi Marquez, keyakinan sejatinya muncul jauh sebelum puncak dominasi itu.
Ia menegaskan bahwa MotoGP Qatar, yang merupakan seri keempat, telah menjadi bukti bahwa dirinya mampu tampil kompetitif di lintasan yang tidak sesuai dengan karakter balapnya.
Setelah terjatuh saat memimpin di Austin, Marquez bangkit dan mengumpulkan 37 poin dari Sprint Race serta balapan utama di Qatar.
Menurutnya, hasil tersebut menjadi tanda nyata bahwa musim 2025 adalah tahunnya.
Ia merasa ritme balapnya kembali stabil dan kemampuan adaptasinya meningkat signifikan.
Kecepatan sebagai Kunci Utama
Marquez menekankan bahwa fondasi utama keberhasilannya adalah kecepatan motor Ducati yang sangat kompetitif.
Ia menyebut bahwa ketika seorang pembalap memiliki kecepatan yang stabil, mengendalikan berbagai situasi di lintasan menjadi jauh lebih mudah.
Gelar juara dunia 2025 terasa sangat istimewa bagi Marquez. Ini merupakan gelar pertamanya sejak mengalami cedera serius pada lengan kanan di MotoGP Spanyol 2020.
Ia kembali ke lintasan dengan kondisi fisik dan mental yang berbeda, tim baru, serta pengalaman menginjak usia 32 tahun.
Marquez mengakui bahwa dirinya kini adalah versi yang berbeda, bukan lebih baik atau lebih buruk, tetapi pembalap yang berevolusi dan menyesuaikan diri dengan perubahan fisik serta tuntutan kompetisi modern.
Ducati Masih Perkasa Meski Tantangan Meningkat
MotoGP 2025 menjadi salah satu musim terbaik Ducati, meski catatan statistik menunjukkan tanda-tanda bahwa persaingan semakin ketat.
Ducati memenangkan 17 dari 22 Grand Prix dengan rasio kemenangan 77,27 persen.
Angka tersebut memang menurun dibandingkan catatan fenomenal tahun 2024, tetapi tetap menunjukkan dominasi pabrikan Italia tersebut.
Cedera Marquez di akhir musim turut memengaruhi beberapa hasil Ducati.
Dari lima balapan yang tidak dimenangi, empat di antaranya justru diraih oleh Aprilia, sedangkan satu kemenangan basah direbut Honda di Prancis.
Meski begitu, Ducati tetap mencetak 43 podium sepanjang musim dan mempertahankan rekor podium Grand Prix beruntun menjadi 88 balapan, rekor sepanjang masa di MotoGP.
Kontribusi Para Pembalap Ducati
Musim ini, empat dari enam pembalap Ducati berhasil meraih kemenangan.
Marc Marquez memimpin daftar dengan 11 kemenangan, termasuk tujuh kali beruntun.
Adiknya, Alex Marquez, menempati posisi kedua klasemen dengan tiga kemenangan bersama Gresini Racing.
Francesco Bagnaia meraih dua kemenangan, sementara rookie Fermin Aldeguer menyumbang satu kemenangan.
Penurunan performa Bagnaia menjadi salah satu sorotan.
Dari 11 kemenangan pada 2024, ia hanya meraih dua pada 2025, turun dari tingkat kemenangan 55 persen menjadi 9 persen.
Meski demikian, konsistensi tim tetap terlihat melalui podium yang diraih oleh semua pembalap Ducati kecuali Morbidelli dan Di Giannantonio.
Perayaan Bersejarah di Cervera
Usai musim yang fenomenal, Marc dan Alex Marquez kembali ke kampung halaman mereka di Cervera, Catalunya, untuk merayakan pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dua bersaudara tersebut mengakhiri musim sebagai juara dunia dan runner-up di kelas MotoGP, sebuah sejarah baru bagi dunia balap motor.
Kota kecil berpenduduk sekitar 10.000 jiwa itu dipenuhi warga yang menyambut dua ikon balap tersebut.
Meski sedang menjalani pemulihan cedera bahu, Marc tetap hadir dan dibonceng Alex menggunakan Ducati Panigale di tengah kerumunan pendukung.
Tim Ducati Lenovo, Gresini Racing, serta beberapa pembalap dari kelas Moto2 dan Moto3 turut hadir meramaikan perayaan bertema “Back2back” itu.
Editor : Lugas Rumpakaadi