Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sepeda Pinarello Edisi Spesial Pembalap MotoGP Jorge Martin Dicuri, Diduga Pelaku Orang Dalam?

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 25 November 2025 | 13:32 WIB
Kisah lengkap pencurian sepeda pembalap MotoGP Jorge Martin di Sirkuit Valencia.
Kisah lengkap pencurian sepeda pembalap MotoGP Jorge Martin di Sirkuit Valencia.

RADARBANYUWANGI.ID - Musim MotoGP 2025 menjadi periode yang penuh cobaan bagi pembalap Aprilia Racing, Jorge Martin.

Setelah berkali-kali diganggu cedera dan performa yang merosot tajam, sang rider kembali harus menelan pil pahit ketika sepeda latihannya dicuri di lingkungan paddock Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada Minggu (16/11/2025), tepat setelah gelaran balapan terakhir musim ini.

Sepeda Edisi Spesial Bernilai Rp385 Juta Hilang

Sepeda yang hilang merupakan Pinarello edisi spesial yang telah dikustomisasi sesuai kebutuhan latihan fisik Martin.

Nilainya ditaksir mencapai €20.000 atau sekitar Rp385 juta.

Hilangnya sepeda diketahui ketika tim menemukan area penyimpanan telah dibuka secara paksa dan barang utama yang dicari telah lenyap.

Pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan dan memintai keterangan sejumlah saksi.

Namun yang membuat kasus ini mencurigakan adalah lokasi kejadian berada di area paddock yang terkenal memiliki tingkat keamanan tinggi.

Setiap kendaraan yang masuk ke sirkuit bahkan wajib memiliki stiker identifikasi khusus.

Dugaan Pelaku Orang Dalam

Sumber dekat Martin menyebut pencuri tampaknya memiliki pengetahuan mendalam tentang situasi di paddock.

Mereka hanya mengambil sepeda Martin dan meninggalkan barang-barang lain yang nilainya juga tinggi.

“Para pencuri tahu apa yang mereka cari. Mereka meninggalkan barang berharga lain yang tidak menarik bagi mereka,” ujar sumber tersebut.

Hal ini memunculkan dugaan kuat bahwa pelaku adalah seseorang dengan akses khusus atau setidaknya memahami seluk-beluk jalur di area paddock.

Pihak Martin telah melaporkan kejadian tersebut dan kini menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Musim Penuh Cedera dan Performa Buruk

Pencurian ini seolah menjadi tambahan beban bagi Martin setelah melewati musim yang jauh dari harapan.

Sejak tes pramusim, ia berulang kali mengalami cedera yang menghambat proses pemulihan.

Akibatnya, saat musim berjalan, kondisinya belum sepenuhnya fit dan berdampak signifikan terhadap performanya.

Pada beberapa seri, termasuk GP Jepang akhir September lalu, Martin bahkan tidak mampu menyelesaikan balapan utama.

Ia mengakui bahwa ketidaknyamanan fisik dan tekanan mental membuat kepercayaan dirinya menurun.

“Meski sudah bisa naik motor, saya belum merasa fit 100 persen. Secara mental juga begitu. Membalap dengan ketakutan membuat kepercayaan diri saya turun,” ujar Martin.

Pada akhir musim, Martin hanya mampu finis di posisi ke-21 klasemen, jauh dari ekspektasi awal tahun yang menyebut 2025 sebagai tahun pembuktiannya.

Menilai MotoGP dari Rumah, Balapan Kurang Menghibur

Karena absen di banyak seri, Martin lebih banyak berada di rumah dan mengikuti balapan melalui televisi.

Ia bahkan mengakui bahwa dari sudut pandang penonton, aksi salip-menyalip sepanjang musim terasa kurang menarik.

“Saya melihat balapan terasa membosankan. Tidak banyak pertarungan atau senggolan,” ungkapnya melalui GPOne.

Dominasi Ducati dalam empat musim terakhir dan performa impresif Marc Marquez yang merengkuh gelar juara dunia 2025 tanpa perlawanan menambah kesan monoton bagi sebagian penonton.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Jorge Martin #motogp #valencia