Setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal dan 30 menit perpanjangan waktu, Whitecaps akhirnya memastikan kemenangan melalui kaki Mathias Laborda, yang sebelumnya juga mencetak gol pada babak pertama.
Jalannya Pertandingan
Whitecaps unggul terlebih dahulu pada menit ke-39. Tendangan panjang kiper Yohei Takaoka menemukan Emmanuel Sabbi yang berlari bebas sebelum menuntaskan peluang menjadi gol pertamanya di babak playoff.
Vancouver menggandakan keunggulan tepat pada menit pertama injury time babak pertama. Laborda mencatatkan gol perdananya di fase postseason dalam tujuh penampilan selama tiga musim terakhir, membawa Whitecaps menutup paruh pertama dengan keunggulan 2-0.
Son Heung-Min Hidupkan Harapan LAFC
LAFC memperkecil ketertinggalan pada menit ke-60 melalui aksi individu Son Heung-Min. Gol tersebut menjadi yang pertama baginya di playoff setelah mencetak sembilan gol dalam 10 laga musim reguler.
Drama makin menegangkan ketika Vancouver harus bermain dengan 10 pemain usai Tristan Blackmon mendapat kartu merah pada menit kedua injury time babak kedua.
Hanya tiga menit berselang, Son kembali menjadi penyelamat LAFC lewat tendangan bebas brilian yang mengubah skor menjadi 2-2.
Adu Penalti: Ketegangan Maksimal
Pada babak penalti, Son membuka giliran LAFC namun tembakannya membentur tiang. Sebastian Berhalter sukses menjalankan tugasnya untuk Vancouver.
Denis Bouanga dan Jayden Nelson bergantian mencetak gol, namun LAFC kembali tertekan ketika Mark Delgado melambungkan bola jauh di atas gawang.
Ryan Gauld membawa Whitecaps unggul 3-1, tetapi LAFC sempat menyamakan skor sebelum Laborda memastikan kemenangan lewat tendangan penentu.
Skor akhir adu penalti: Vancouver Whitecaps 6-5 LAFC.
Sejarah Baru untuk Vancouver
Kemenangan ini menjadi tonggak bersejarah bagi Vancouver Whitecaps, yang untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan MLS pada 2011 berhasil melaju ke final Wilayah Barat.
Mereka kini menunggu pemenang antara San Diego FC yang merupakan unggulan pertama dan Minnesota United unggulan keempat yang akan bertanding pada Senin.
Whitecaps sebelumnya tersingkir pada dua kesempatan semifinal, yakni pada 2015 dan 2017. Kini, peluang menuju final MLS Cup terbuka lebar bagi klub asal Kanada tersebut. (*)
Editor : Niklaas Andries