RADARBANYUWANGI.ID - Honda dipastikan akan bergabung dengan Ducati, Aprilia, dan KTM dalam aturan pembekuan pengembangan mesin (engine development freeze) mulai seri pembuka MotoGP 2026.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Direktur Teknis MotoGP, Danny Aldridge, setelah Honda resmi keluar dari peringkat konsesi terendah (Rank D) berkat torehan lebih dari 35 persen poin konstruktor musim ini.
Langkah ini menjadi fase penting dalam proses kebangkitan Honda, terutama setelah beberapa musim terakhir mengalami penurunan performa drastis.
Honda Naik ke Kategori C
Kenaikan Honda dari Kategori D ke C terjadi setelah Luca Marini finis ketujuh di Valencia 2025, membawa total poin konstruktor menjadi 285 poin atau 35,01 persen dari maksimal 814 poin.
Dalam Kategori C, Honda akan menghadapi beberapa pembatasan baru, di antaranya:
- Pengembangan mesin dibekukan setelah homologasi di GP Thailand 2026
- Jumlah mesin dibatasi 7–8 unit per pembalap
- Aero hanya boleh diperbarui satu kali
- Tes privat hanya oleh test rider
- Tes hanya di tiga sirkuit yang ditunjuk
- Alokasi ban tes berkurang menjadi 220 unit
Meski demikian, Honda tetap memiliki enam wildcard sepanjang musim, dengan fleksibilitas mesin yang tidak dibekukan untuk para pembalap wildcard tersebut.
Pembekuan Mesin Tidak Berlaku Seketika
Walaupun masuk aturan freeze, Honda masih diberi ruang hingga awal musim:
- Pengembangan RC213V tetap diperbolehkan selama musim dingin 2025–2026
- Termasuk tes pra-musim hingga Shakedown
- Mesin final baru akan dipilih dan disahkan pada GP Thailand 2026
Setelah homologasi, spesifikasi RC213V akan terkunci sepanjang musim, kecuali Honda kembali turun di bawah 35 persen pada evaluasi berikutnya.
Yamaha Tetap di Rank D dan Bebas Modifikasi
Kondisi ini menjadikan Yamaha satu-satunya pabrikan yang masih berada di Kategori D, sehingga mereka:
- Bebas mengembangkan mesin baru sepanjang musim
- Memiliki alokasi mesin lebih banyak
- Dapat melakukan lebih banyak pembaruan aerodinamika
- Pada 2026 masih memiliki hak konsesi penuh
Perbedaan inilah yang menunjukkan betapa signifikannya progres Honda dibandingkan musim sebelumnya.
Baca Juga: Kembali ke Paddock, Jorge Lorenzo Siap Angkat Performa Maverick Vinales di MotoGP 2026
Aleix Espargaro Harus Tinggalkan Balap Sepeda demi Komitmen Penuh ke Honda
Dalam proses pembangunan ulang RC213V, Honda memastikan peran test rider menjadi elemen kunci.
Salah satunya adalah rekrutan baru Aleix Espargaro, yang direkrut sebagai pembalap penguji setelah pensiun dari MotoGP 2024.
Namun, keputusan ini memaksa Aleix melepaskan karier barunya di dunia balap sepeda.
Honda meminta dedikasi penuh tanpa aktivitas sampingan yang berisiko, terutama setelah cedera yang dialaminya di Tour of Austria sempat menghambat proses pengembangan motor.
Aleix mengakui bahwa situasi ini bukan pilihannya, tetapi ia menerima keputusan tersebut demi menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari proyek kebangkitan Honda.
“Saya pikir saya bisa berada di dua dunia sekaligus, tetapi ternyata tidak,” katanya.
Honda menilai masukan teknis, pengalaman, dan ketajaman analisis Aleix sangat krusial bagi arah pengembangan RC213V.
Arah Baru MotoGP dan Motor 850cc
Kesepakatan antar pabrikan untuk menunda uji coba motor 850cc juga telah berakhir pada 17 November.
Artinya:
- Motor generasi baru sudah boleh diuji di mana saja
- Tes privat menggunakan Pirelli dan tes resmi menggunakan Michelin dapat dilakukan kapan pun
Perubahan besar ini menjadi bagian dari transisi era MotoGP menuju regulasi teknis baru pada 2027.
Editor : Lugas Rumpakaadi