Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Isu Transfer Marc Marquez ke Aprilia Menguat, Benarkah Dominasi Ducati di MotoGP Mulai Runtuh?

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 23 November 2025 | 16:31 WIB
Aprilia memanas di MotoGP, dominasi Ducati terancam.
Aprilia memanas di MotoGP, dominasi Ducati terancam.

RADARBANYUWANGI.ID - Pertumbuhan impresif Aprilia sepanjang musim kompetisi terbaru menghadirkan dinamika baru dalam persaingan MotoGP.

Banyak pihak menilai bahwa dominasi panjang Ducati kini berada dalam ancaman serius, terutama setelah performa konsisten motor RS-GP dan meningkatnya daya saing para pembalap pabrikan Noale tersebut.

Aprilia Meningkat Tajam, Ducati Mulai Tertekan

Musim ini menunjukkan bahwa Ducati tidak lagi berada pada posisi absolut seperti tahun-tahun sebelumnya.

Meski tetap menjadi kekuatan utama dan menorehkan catatan impresif dengan 17 kemenangan serta 44 podium, angka tersebut masih di bawah musim rekor Ducati yang mencatat 19 kemenangan dari 20 balapan.

Dua faktor penting turut memengaruhi situasi tersebut.

Pertama, jumlah motor Ducati berkurang dari delapan menjadi enam unit, sehingga data pengembangan tidak sebanyak sebelumnya.

Kedua, cedera serius Marc Marquez di awal MotoGP Indonesia, yang membuatnya absen pada empat balapan terakhir musim ini.

Menariknya, tiga dari empat kemenangan Aprilia musim ini terjadi saat Marquez tidak berada di lintasan.

Fakta ini menambah panas perdebatan tentang kekuatan Aprilia yang kini dianggap setara, bahkan lebih unggul di beberapa sirkuit.

Jorge Lorenzo Memicu Isu Transfer Marquez ke Aprilia

Turut memperkeruh suasana, Jorge Lorenzo kembali mencuatkan spekulasi besar, yakni kemungkinan Marc Marquez bergabung dengan Aprilia untuk MotoGP 2027.

Ia menilai RS-GP sudah cukup kompetitif untuk membawa Marquez kembali meraih gelar.

“Aprilia sudah setara dengan Ducati. Bahkan di beberapa sirkuit lebih kuat,” ungkap Lorenzo.

Pernyataan ini kemudian menjadi pemantik diskusi panas di tengah bursa perpindahan pembalap menjelang 2027, terlebih karena 90 persen pembalap memiliki kontrak hingga 2026.

Di sisi lain, Ducati melalui Davide Tardozzi dikabarkan sangat ingin memperpanjang kontrak Marquez setelah performa dominan yang ia tunjukkan saat fit.

Regulasi Baru MotoGP 2027 Bisa Ubah Peta Kekuatan

Mulai musim 2027, MotoGP akan menggunakan motor 850cc dengan perangkat aerodinamika yang lebih sederhana.

Situasi ini membuat peran pembalap pengembang menjadi sangat vital.

Marquez, yang pernah berlaga pada era motor dengan aerodinamika minim, dianggap cocok memimpin proyek tersebut.

Namun karakter agresifnya selalu membuka peluang untuk keputusan mengejutkan, contohnya keputusannya hengkang dari Repsol Honda ke Gresini pada 2024.

Jika Marquez bergabung dengan Aprilia dan berhasil menjadi juara dunia, ia akan mencatatkan sejarah baru sebagai pembalap pertama yang meraih gelar dengan tiga pabrikan berbeda, yakni Honda, Ducati, dan Aprilia.

Marquez Pulih dari Cedera, Absen di Tes Valencia

Setelah meraih gelar juara dunia MotoGP 2025, Marquez mengalami cedera bahu akibat insiden dengan Marco Bezzecchi di Indonesia.

Operasi membuatnya absen di sisa musim dan tidak mendapat izin untuk mengikuti tes Valencia.

Ia mengungkapkan bahwa dokter hanya mengizinkan dirinya turun lintasan jika ia berjanji tidak terjatuh, sebuah syarat yang menurutnya mustahil dipenuhi ketika mengendarai motor MotoGP.

Marquez juga menepis rumor mengenai sekrup baru yang bengkok di bahunya, menjelaskan bahwa kondisi itu merupakan sisa cedera berat pada 2020.

Kontroversi Dokumenter ‘Sepang Clash’ dan Suara Bezzecchi

Dalam dinamika lain di paddock, Dorna kembali menuai kritik usai merilis dokumenter Sepang Clash yang mengangkat konflik Rossi-Marquez di 2015.

Marco Bezzecchi menjadi pembalap kedua dari VR46 Academy yang mengecam keputusan tersebut.

Bezzecchi menilai dokumenter itu tidak perlu karena hanya membuka kembali luka lama dan mengadu domba penggemar dua legenda tersebut.

Ia menyarankan MotoGP untuk fokus mengangkat cerita pembalap aktif yang berjuang setiap pekan.

Momen Kunci Marquez di Musim 2025

Meski terlihat dominan, Marquez mengaku tidak selalu yakin gelar 2025 akan menjadi miliknya.

Kemenangan penting justru datang di MotoGP Qatar, setelah ia melakukan kesalahan besar di Austin.

Konsistensi kecepatan, menurutnya, menjadi kunci utama kebangkitan pasca cedera panjang sejak 2020.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#marc marquez #ducati #motogp #aprilia