Dari kehebatan Ferenc Puskas hingga kejayaan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, inilah 10 pemain terbaik sepanjang masa versi terbaru yang disusun berdasarkan prestasi, pengaruh, dan kehebatan individu di lapangan hijau.
10. Ferenc Puskas (Hungaria)
Dikenal dengan julukan The Galloping Major, Ferenc Puskas merupakan salah satu pencetak gol paling produktif dalam sejarah sepak bola. Ia mencetak 806 gol dalam 793 pertandingan resmi bersama klub dan tim nasional.
Bersama tim nasional Hungaria, Puskas membawa “Mighty Magyars” tak terkalahkan dalam 32 laga beruntun dan memenangkan emas Olimpiade 1952.
Meski gagal di final Piala Dunia 1954 melawan Jerman Barat, Puskas tetap menjadi legenda. Setelah hengkang ke Real Madrid pada usia 31 tahun, ia membentuk duet maut bersama Alfredo Di Stefano, mencetak 242 gol dalam 262 pertandingan dan mempersembahkan lima gelar La Liga serta tiga Piala Eropa. Kini, namanya diabadikan lewat FIFA Puskas Award untuk gol terbaik setiap tahun.
9. Ronaldo Nazario (Brasil)
Ronaldo Luis Nazario de Lima, atau lebih dikenal sebagai “O Fenômeno”, adalah contoh sempurna talenta luar biasa yang kariernya sempat terganggu cedera. Sebelum usia 21 tahun, ia telah dua kali memecahkan rekor transfer dunia dan meraih Ballon d’Or serta FIFA World Player of the Year.
Meski mengalami dua cedera lutut parah saat di Inter Milan, Ronaldo bangkit dan memimpin Brasil menjuarai Piala Dunia 2002, sekaligus menjadi top skor sepanjang masa Piala Dunia saat itu.
Di level klub, ia sukses bersama Real Madrid, mencetak 104 gol dalam 177 laga. Ia menutup karier dengan 62 gol dalam 98 laga internasional dan tiga gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA.
8. Alfredo Di Stefano (Argentina/Spanyol)
Sebelum munculnya Pele, Alfredo Di Stefano adalah simbol kesempurnaan di dunia sepak bola. Pemimpin besar Real Madrid di era 1950-an ini memenangkan lima Piala Eropa berturut-turut dan mencetak gol di setiap final.
Sebagai sosok serba bisa, ia kerap menjemput bola dari lini belakang hingga menuntaskan serangan. Di Stefano meraih delapan gelar La Liga dan dua Ballon d’Or (1957, 1959). Meski tak pernah tampil di Piala Dunia, warisannya sebagai “Otak” permainan modern tak terbantahkan.
7. Franz Beckenbauer (Jerman Barat)
Legenda Bayern Munich ini dikenal sebagai pencipta peran libero modern. Dijuluki Der Kaiser, Beckenbauer memimpin Bayern menjuarai tiga Piala Eropa beruntun dan empat gelar Bundesliga.
Sebagai kapten Jerman Barat, ia memenangkan Euro 1972 dan Piala Dunia 1974, menjadikannya satu dari sedikit pemain yang menjuarai keduanya. Dua kali meraih Ballon d’Or (1972, 1976), Beckenbauer juga sukses sebagai pelatih, membawa Jerman menjadi juara dunia 1990.
6. Johan Cruyff (Belanda)
Ikon Total Football, Johan Cruyff adalah pemain, pelatih, sekaligus revolusioner sepak bola modern. Ia membawa Ajax menjuarai tiga Piala Eropa (1971–1973) dan delapan gelar liga, serta mempersembahkan trofi La Liga dan Copa del Rey untuk Barcelona.
Cruyff juga tiga kali memenangkan Ballon d’Or (1971, 1973, 1974). Sebagai pelatih, ia membentuk Dream Team Barcelona dan menjadi inspirasi bagi generasi pelatih berikutnya, termasuk Pep Guardiola.
5. Zinedine Zidane (Prancis)
Elegan, tenang, dan penuh visi, Zinedine Zidane menjadi simbol keindahan sepak bola modern. Ia mengantar Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000, serta mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah final Liga Champions bersama Real Madrid (2002).
Meski kariernya ditutup dengan kartu merah di final Piala Dunia 2006, Zidane tetap dikenang sebagai maestro sejati dengan tiga gelar FIFA World Player of the Year dan satu Ballon d’Or.
4. Cristiano Ronaldo (Portugal)
Dari pemain sayap lincah menjadi mesin gol paling mematikan dalam sejarah, Cristiano Ronaldo telah mencetak lebih dari 900 gol resmi di sepanjang kariernya. Ia memenangkan lima trofi Liga Champions, tujuh gelar liga, dan membawa Portugal menjuarai Euro 2016 serta UEFA Nations League.
Ronaldo juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak internasional dengan 138 gol untuk Portugal. Dengan lima Ballon d’Or dan empat Golden Shoe, ia tetap menjadi ikon kerja keras, konsistensi, dan ambisi tiada akhir.
3. Diego Maradona (Argentina)
Genius yang nyaris mistis, Diego Maradona adalah simbol keajaiban sepak bola. Ia membawa Napoli dari klub biasa menjadi juara Serie A dua kali dan memimpin Argentina menjuarai Piala Dunia 1986, mencetak dua gol paling ikonik dalam sejarah, Hand of God dan Goal of the Century melawan Inggris.
Meski kariernya diwarnai kontroversi, Maradona tetap dikenang sebagai pemain yang mampu memenangkan pertandingan seorang diri.
2. Pele (Brasil)
Dijuluki Raja Sepak Bola, Pelé adalah satu-satunya pemain yang memenangkan tiga Piala Dunia (1958, 1962, 1970). Ia mencetak lebih dari 1.200 gol sepanjang kariernya, termasuk 77 gol untuk tim nasional Brasil.
Dengan teknik brilian, visi tajam, dan ketenangan luar biasa, Pelé menjadi simbol keunggulan sepak bola Brasil dan inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya. Ia juga menjadi tolok ukur bagi legenda-legenda setelahnya, dari Cruyff hingga Ronaldo.
1. Lionel Messi (Argentina)
Setelah menjuarai Piala Dunia 2022, Lionel Messi resmi melengkapi segalanya. Dengan lebih dari 850 gol, 350 assist, dan 45 trofi termasuk empat Liga Champions, dua Copa America, serta satu Piala Dunia, Messi kini diakui sebagai pemain sepak bola terbaik sepanjang masa.
Peraih delapan Ballon d’Or ini mencetak rekor 672 gol bersama Barcelona, menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam sejarah satu klub. Kini bermain untuk Inter Miami, Messi terus memperpanjang kisah ajaibnya yang tak tertandingi.
Dari ketajaman Puskas hingga keajaiban Messi, daftar ini menegaskan bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan warisan budaya global. Mereka bukan hanya pemain, mereka adalah legenda yang mengubah cara dunia melihat si kulit bundar. (*)
Editor : Niklaas Andries