Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Skuad Terhebat Sepanjang Masa Liverpool Berdasarkan Kewarganegaraan, Bukan Cuma Gerrard, Ada Nama Mengejutkan di Sektor Sayap!

Niklaas Andries • Minggu, 23 November 2025 | 14:34 WIB

LEGENDA: Ian Rush pernah menjadi striker mematikan bagi Liverpool
LEGENDA: Ian Rush pernah menjadi striker mematikan bagi Liverpool
RADARBANYUWANGI.ID - Liverpool memulai musim 2025–2026 sebagai juara bertahan Liga Inggris setelah mengamankan gelar ke-20 mereka pada musim sebelumnya. Di bawah asuhan pelatih baru Arne Slot, The Reds tampil dominan dan memastikan trofi liga empat pertandingan sebelum musim berakhir.

Selama dekade 1970-an dan 1980-an, Liverpool dikenal sebagai kekuatan utama sepak bola Inggris. Namun, dominasi itu sempat terhenti selama 30 tahun hingga akhirnya kembali merebut mahkota pada 2020. Kini, dengan dua gelar Premier League dalam lima tahun terakhir, mereka kembali menegaskan status sebagai raksasa Inggris sejati.

Dengan enam trofi Liga Champions, dua kali lebih banyak dari klub Inggris lainnya, Liverpool juga dikenal sebagai tim Britania paling sukses di ajang internasional.

Sejarah gemilang itu tentunya melahirkan banyak legenda besar, dan beberapa pemain masa kini berpotensi bergabung dalam daftar para ikon Anfield tersebut.

Namun, bagaimana jadinya jika Liverpool membentuk tim terbaik sepanjang masa dengan satu pemain dari setiap negara? Berikut adalah versi terbaik dari Starting XI Liverpool Sepanjang Masa berdasarkan negara:

Penjaga Gawang: Bruce Grobbelaar (Zimbabwe)

Keberadaan legenda asal Zimbabwe ini menjadi berkah tersendiri bagi daftar ini.
Meski Ray Clemence dikenal sebagai kiper terbaik dalam sejarah Liverpool, kuota Inggris lebih dibutuhkan di posisi lain.

Bruce Grobbelaar, yang eksentrik sekaligus brilian, mencatat 628 penampilan bersama The Reds dan mempersembahkan enam gelar liga, tiga Piala FA, tiga Piala Liga, serta Piala Eropa 1984. Aksi “kaki spageti”-nya di final Eropa 1984 menjadi momen ikonik yang kemudian ditiru Jerzy Dudek pada 2005.

Bek Kanan: Steve Finnan (Irlandia)

Posisi ini menjadi persaingan ketat antara Steve Finnan dan Markus Babbel. Meski Babbel tampil lebih elegan, Finnan mencatat 217 penampilan untuk Liverpool dan menjadi bagian penting dalam momen keajaiban Istanbul 2005. Ia juga menambah koleksi gelarnya dengan Piala FA 2006, menjadikannya pilihan ideal untuk posisi bek kanan.

Bek Tengah: Sami Hyypia (Finlandia) & Virgil van Dijk (Belanda)

Kombinasi tangguh dari dua era berbeda. Sami Hyypiä, pilar kokoh era 2000-an, memainkan 464 laga dan mempersembahkan 10 trofi, termasuk Liga Champions 2005.

Di sisi lain, Virgil van Dijk adalah simbol kebangkitan modern Liverpool, kapten elegan yang memimpin tim meraih dua gelar Premier League, satu Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, dan FA Cup. Dua bek ini bukan hanya kuat secara fisik, tapi juga memiliki kepemimpinan luar biasa.

Bek Kiri: John Arne Riise (Norwegia)

Sejak debutnya di Piala Super Eropa 2001, Riise langsung mencuri hati fans dengan tendangan bebas kerasnya ke gawang Manchester United.

Selama 348 penampilan, ia turut membawa Liverpool menjuarai Liga Champions 2005 dan Piala FA 2006. Nama-nama seperti Alan Kennedy harus rela tersingkir karena kuota Inggris telah digunakan di lini tengah.

Gelandang Tengah: Steven Gerrard (Inggris) & Xabi Alonso (Spanyol)

Tak perlu perdebatan, Steven Gerrard adalah ikon terbesar Liverpool. Dalam 710 penampilan dan 186 gol, ia memimpin tim melewati dua final paling dramatis dalam sejarah klub, Liga Champions 2005 dan Piala FA 2006.

Di sampingnya, Xabi Alonso menjadi pelengkap sempurna. Pemain Spanyol itu mencetak gol penyeimbang di final Istanbul dan memainkan peran vital dalam sukses Liverpool di awal era 2000-an. Keduanya merepresentasikan kecerdasan, determinasi, dan semangat pantang menyerah khas Anfield.

Sayap Kanan: Mohamed Salah (Mesir)

“Raja Mesir” telah menulis sejarah baru di Anfield. Sejak musim debutnya, Salah memecahkan rekor gol terbanyak Premier League dalam satu musim (32 gol) dan menjadi pemain tercepat yang mencapai 50 gol untuk Liverpool.

Hingga kini, ia telah mencetak 250 gol dan 113 assist dalam 417 laga, membantu klub meraih Liga Champions 2019, Premier League 2020, FA Cup, dan dua Piala Liga. Salah bukan sekadar bintang, ia adalah legenda hidup modern Liverpool.

Gelandang Serang: Sir Kenny Dalglish (Skotlandia)

Hanya sedikit yang bisa menandingi status Kenny Dalglish di Anfield. Menggantikan Kevin Keegan pada 1977, ia langsung membawa Liverpool menjuarai Piala Eropa, dan kemudian menambah dua lagi di tahun-tahun berikutnya.

Selama kariernya, Dalglish mencetak 169 gol dari 502 laga, memenangkan enam gelar liga, dan bahkan sukses melanjutkan kejayaan klub sebagai manajer. Bagi banyak fans, “King Kenny” adalah simbol keanggunan dan loyalitas sejati Liverpool.

Sayap Kiri: Luis Suarez (Uruguay)

Meski hanya tiga setengah tahun di Liverpool, Suarez meninggalkan jejak tak terlupakan.
Musim 2013–2014 menjadi puncak performanya, mencetak 31 gol dalam 33 laga dan hampir membawa The Reds juara Premier League.

Total 82 gol dari 133 laga menegaskan statusnya sebagai salah satu penyerang paling mematikan yang pernah mengenakan seragam merah.

Penyerang Tengah: Ian Rush (Wales)

Baca Juga: BPBD Banyuwangi Kerahkan Ekskavator Bersihkan Sungai Bagong Usai Banjir Rendam Rumah Warga Sobo

Tidak ada yang lebih layak mengisi posisi ini selain Ian Rush, pencetak gol terbanyak sepanjang masa Liverpool. Dengan 346 gol dalam 660 penampilan, ia membawa klub menjuarai lima liga, dua Piala Eropa, tiga Piala FA, dan lima Piala Liga.

Kombinasinya dengan Dalglish menjadi duet legendaris yang masih dikenang hingga kini, terutama karena dominasinya di derby Merseyside dengan 25 gol ke gawang Everton.

Dari refleks Grobbelaar hingga magis Gerrard dan insting gol Rush, setiap pemain dalam daftar ini mewakili era keemasan berbeda dalam sejarah Liverpool. Mereka bukan sekadar pemain hebat dari berbagai negara, mereka adalah arsitek kejayaan The Reds di panggung dunia. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#starting xi #mohamed salah #gerrard #Liverpool #sepanjang masa