Harapan bahwa jeda internasional akan menjadi titik balik justru sirna setelah The Reds tampil tanpa tanda-tanda perbaikan berarti.
Kekalahan ini juga menorehkan sejarah kelam: untuk pertama kalinya sejak era Bill Shankly pada tahun 1965, Liverpool kalah dalam dua laga liga beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih. Sebelumnya, pasukan Arne Slot dihajar 0-3 oleh Manchester City sebelum jeda internasional.
Isak Samai Rekor Negatif 119 Tahun
Arne Slot mengambil langkah berani dengan menurunkan Alexander Isak sebagai starter. Namun, harga mahal £125 juta yang dikeluarkan Liverpool pada musim panas terasa sia-sia karena sang striker kembali gagal memberi dampak.
Isak, yang absen sepanjang pramusim dan belum mencapai kondisi terbaik, kembali tampil tumpul. Menurut Michael Reid dari Opta Joe, Isak kini menjadi pemain pertama dalam 119 tahun yang kalah dalam empat starter pertamanya di liga bersama Liverpool, menyamai rekor negatif Percy Saul pada Oktober 1906.
Lebih parah lagi, eks striker Newcastle itu hanya mencatat 15 sentuhan sepanjang 90 menit dan tampak terisolasi total setelah Liverpool kebobolan gol pembuka.
Apakah Arne Slot Mulai Tertekan?
Kegagalan mempertahankan gelar mungkin sudah bisa diprediksi, namun yang mengejutkan adalah cara Liverpool kalah. Performa babak kedua kontra Forest disebut “kacau balau” dan menambah tekanan untuk merebut posisi empat besar.
Padahal, Liverpool telah menghabiskan sekitar £450 juta untuk mendatangkan pemain baru. Namun kurangnya penyesuaian taktik terhadap tim-tim bertahan rendah (low block) terus berulang sepanjang musim.
Mengumpulkan hanya 3 poin dari 21 yang tersedia adalah catatan yang tidak dapat diterima di level Premier League, apalagi bagi klub sebesar Liverpool. Jika tren kekalahan ini berlanjut, Slot berpotensi menghadapi tekanan besar terkait masa depannya di Anfield. (*)
Editor : Niklaas Andries