Performa Liverpool pada pertandingan tersebut disebut amat buruk, terutama di babak kedua. Kekalahan ini menjadi yang keenam dalam 12 laga awal musim, angka yang sangat janggal bagi tim yang baru saja mengangkat trofi Premier League musim lalu.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Liverpool kini menelan dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol atau lebih di liga untuk pertama kalinya sejak 1965. Sebelum jeda internasional, mereka juga dihajar Manchester City dengan skor identik 0-3.
Mengulang “Kutukan Juara Bertahan”
Menurut Opta Joe, Liverpool kini menjadi tim keempat dalam sejarah Premier League yang memulai musim sebagai juara bertahan namun menelan enam atau lebih kekalahan dalam 12 laga awal.
Mereka menyusul jejak:
1. Blackburn Rovers 1995–96 (6 kekalahan)
2. Chelsea 2015–16 (7 kekalahan)
3. Leicester City 2016–17 (6 kekalahan)
Semua tim tersebut mengalami kemerosotan drastis setelah menjuarai liga. Kini, Liverpool pun terjebak dalam situasi yang sama.
Tidak hanya soal hasil, tetapi cara mereka kalah menjadi sumber kekhawatiran terbesar. Penurunan performa yang drastis dari musim lalu menimbulkan tanda tanya besar untuk Arne Slot yang terus kesulitan mencari solusi terbaik.
Pembicaraan soal peluang mempertahankan gelar sudah tidak relevan lagi. Bahkan banyak pihak mulai khawatir Liverpool akan kesulitan menembus zona Liga Champions musim depan bila tren negatif ini berlanjut.
Segudang Masalah yang Menghimpit Liverpool
Manajemen klub memang masih memberikan kepercayaan kepada Arne Slot, namun kesabaran itu bisa cepat habis jika performa buruk terus berlanjut.
Sepanjang musim, strategi Slot dan pemilihan pemainnya terus disorot. Pergantian pemain yang ia lakukan juga kerap dinilai sebagai langkah putus asa, terutama ketika Liverpool tertinggal.
Bukan hanya itu, para rekrutan mahal Liverpool musim panas lalu tampil jauh di bawah ekspektasi, termasuk:
1. Alexander Isak
2. Florian Wirtz
3. Jeremie Frimpong
4. Milos Kerkez
Tak satu pun dari mereka memberikan dampak berarti sejauh musim berjalan.
Di lini belakang, Liverpool begitu mudah kebobolan sehingga semakin sulit bagi tim untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Jika penurunan performa ini terus terjadi, para suporter diperkirakan akan kehilangan kesabaran, dan masa depan Slot pun terancam. (*)
Editor : Niklaas Andries