Mantan bintang Liverpool itu mengatakan dirinya tidak merasa “yakin” dengan penjelasan Louis van Gaal mengenai jaminan waktu bermain di Old Trafford.
Pada musim panas 2015, ketika masih memperkuat Southampton, Mane ternyata sudah melakukan pembicaraan langsung dengan Van Gaal.
Namun, tawaran tersebut ia tolak, sebelum kemudian hijrah ke Liverpool setahun berselang dengan nilai transfer £36 juta, yang kemudian mengantarnya menjadi pilar penting dalam kesuksesan The Reds di Liga Champions dan Liga Primer Inggris.
Kini berusia 33 tahun dan bermain untuk Al Nassr di Arab Saudi bersama Cristiano Ronaldo, Mane mengenang kembali momen ketika Van Gaal mencoba meyakinkannya untuk menjadi bagian dari Manchester United.
Tak Yakin Bisa Geser Rooney, Van Persie, dan Di Maria
Mane mengungkapkan bahwa saat itu ia ragu bisa mendapatkan menit bermain yang cukup di tengah persaingan ketat lini depan United.
“Manchester United menghubungi saya waktu itu. Saya berbicara dengan Van Gaal,” ujar Mane.
“Rooney ada di sana. Di Maria ada di sana. Depay ada di sana. Dan kemudian Van Persie. Jadi saya bertanya, Di mana saya akan bermain?’ Karena saya ingin bermain.”
Van Gaal berusaha menenangkan sang pemain dengan mengatakan bahwa semuanya bergantung pada performanya di sesi latihan.
“Dia bilang, ‘Kalau kamu tampil bagus, kamu akan bermain. Kami punya pemain lain yang juga bagus, tapi kamu bisa bersaing.’”
Namun Mane mengaku tidak merasa yakin dengan penjelasan tersebut.
“Saya tidak sepenuhnya percaya. Saat itu, saya merasa masih terlalu muda dan belum konsisten. Saya butuh waktu satu atau dua tahun lagi untuk berkembang.”
Ketika United gagal mendapatkan Mané, klub tersebut kemudian merekrut Anthony Martial pada musim panas 2015.
Lebih Tertarik dengan Proyek Tottenham dan Pochettino
Selain United, Mane juga berbicara dengan Tottenham Hotspur pada periode yang sama. Ia mengakui bahwa penjelasan Mauricio Pochettino jauh lebih meyakinkan dibandingkan proyek Van Gaal.
“Saya bertemu Tottenham. Pochettino ingin saya datang ke markas latihan. Seminggu kemudian saya pergi ke sana, bertemu pelatih, melihat fasilitas. Dan saya lebih yakin dengan proyek Tottenham dibandingkan United.”
Menurut Mane, Tottenham tampak sebagai tempat yang lebih ideal untuk perkembangan kariernya saat itu, meski pada akhirnya ia tetap memilih bergabung dengan Liverpool setahun berikutnya, keputusan yang kemudian mengubah kariernya. (*)
Editor : Niklaas Andries