Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Derbi London Utara! Membaca Strategi Mikel Arteta vs Tottenham Hotspur: Ada Harapan pada Gelandang 26 Tahun di Tengah Krisis Cedera Arsenal

Niklaas Andries • Minggu, 23 November 2025 | 04:28 WIB

ANDALAN: Zubimendi akan menjadi andalan menggalang lini vital Arsenal dalam derbi London Utara
ANDALAN: Zubimendi akan menjadi andalan menggalang lini vital Arsenal dalam derbi London Utara
RADARBANYUWANGI.ID - Di kubu Tottenham, Thomas Frank, yang sepanjang musim debutnya dibayangi daftar cedera dua digit, justru membawa kabar positif. Delapan pemainnya dipastikan pulih dan siap tampil.

Sebaliknya, Arsenal justru menghadapi situasi krusial. Mikel Arteta, yang dikenal sangat tertutup soal kondisi pemain, diperkirakan kehilangan delapan nama sekaligus untuk pertemuan ke-198 Derbi London Utara. Yang paling menentukan tentu absennya bek tangguh Gabriel Magalhaes.

Sang spesialis bola mati itu harus menepi akibat cedera hamstring, dan ia berpotensi ditemani Riccardo Calafiori, Gabriel Jesus, Gabriel Martinelli, Kai Havertz, Viktor Gyokeres, Martin Odegaard, serta Noni Madueke.

Arteta tidak memberikan kepastian apa pun mengenai lima nama terakhir. Namun menjelang kick-off beberapa di antaranya berpeluang masuk daftar pemain.

Menurut salah satu analis Arsenal, pertandingan akan menjadi “sama sekali berbeda” apabila Gyokeres tidak tampil. Sementara absennya Gabriel diyakini berdampak besar pada situasi bola mati.

Namun, ada satu sosok yang dinilai justru menjadi elemen paling vital bagi Arsenal dalam derbi kali ini, dan bukan Gabriel, Gyokeres, atau nama-nama yang diragukan tampil.

Mengapa Martin Zubimendi Menjadi Kunci Arsenal dalam Derbi London Utara

Rekrutan musim panas, Martin Zubimendi, menjalani derbi London Utara pertamanya pada Minggu ini. Gelandang asal Spanyol itu diprediksi menjadi pemain yang paling menentukan alur permainan Arsenal.

Data statistik mendukung hal tersebut. Zubimendi tercatat sebagai pemain dengan jumlah umpan sukses di bawah tekanan terbanyak kedua di Premier League 2025–2026. Ia hanya kalah dari bintang Nottingham Forest, Elliot Anderson, yang kini dibanderol £100 juta.

Zubimendi telah melepaskan 445 umpan saat berada di bawah tekanan lawan, angka yang hanya kalah dari 492 umpan milik Anderson.

Meski tidak memiliki postur kekar khas gelandang bertahan Arsenal sebelumnya seperti Thomas Partey atau Patrick Vieira, pemain 26 tahun ini menjadi pengatur ritme permainan. Ia bisa berperan sebagai pemutus serangan atau turun lebih dalam membantu proses build-up.

Didikan sepak bola San Sebastian, Zubimendi menunjukkan ketenangan luar biasa dengan bola di kakinya, terlihat dari total 801 sentuhan musim ini, menempatkannya dalam 10 besar Premier League.

Arteta mengarahkan timnya untuk bergerak dari gaya “chaos” menuju “kontrol”, dan dalam fase itulah keunggulan Zubimendi terlihat jelas.

Arsenal kerap membangun serangan perlahan untuk memancing tekanan lawan, sebelum Zubimendi mengeksekusi umpan progresif yang membuka ruang.

Tidak hanya itu, kemampuan duel udara Zubimendi juga sering diremehkan. Ia masuk dalam top 5% gelandang di lima liga top Eropa untuk kemenangan duel udara sepanjang 365 hari terakhir.

Pendukung Arsenal pun pasti mengingat momen ketika Zubimendi memenangkan duel udara melawan Dan Burn.

Bisakah Spurs Redam Ancaman Bola Mati Arsenal Tanpa Gabriel?

Baca Juga: Permudah Kebutuhan Transaksi Warga, AgenBRILink di Riau Ini Hadirkan Layanan Jemput Bola

Walaupun Zubimendi memiliki kemampuan duel udara, belum ada jaminan bahwa ia mampu menggantikan peran Gabriel dalam situasi bola mati. Pelatih set-piece Arsenal, Nicolas Jover, kini harus bekerja ekstra mencari solusi baru.

Gabriel dikenal sebagai pemecah kebuntuan melalui bola mati. Ia juga menunjukkan dimensi baru sebelum cedera, yakni lolos dari kawalan dan mengirimkan bola sundulan ke area berbahaya dari tiang jauh.

Taktik itu menghasilkan dua gol Viktor Gyokeres, masing-masing melawan Atletico Madrid dan Burnley. Hebatnya, lima kontribusi langsung Gabriel musim ini, dua gol dan tiga assist, semuanya berasal dari bola mati.

Namun statistik menunjukkan bahwa Tottenham memiliki pertahanan bola mati terbaik musim ini. Mereka hanya kebobolan dua gol dari skema tendangan bebas atau sepak pojok, terendah di Premier League 2025–2026.

Arsenal punya 7,41 expected goals dari situasi bola mati musim ini. Tanpa Gabriel, memaksimalkannya jelas menjadi tantangan besar.

Meski dikritik karena performa open play, Arsenal justru mencatat non-set-piece xG sebesar 10,7, tertinggi keempat di liga, di bawah Liverpool, Manchester City, dan Chelsea.

Sebaliknya, Tottenham hanya mencatat 6,71 xG open play, bahkan lebih buruk dari Everton, West Ham United, dan Nottingham Forest.

Lini belakang Arsenal mungkin harus dirombak, tetapi keberadaan Piero Hincapie dan Cristhian Mosquera tetap memberi stabilitas. Kecuali Mohammed Kudus mampu menciptakan inspirasi besar bagi Spurs, Derbi London Utara diprediksi masih akan “berwarna merah”. (*)

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #derbi london utara #zubimendi #Tottenham Hotspur #mikel arteta