Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sensasi Perdana Diogo Moreira Mengendarai Motor MotoGP, Antara Takut dan Kagum

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 22 November 2025 | 13:34 WIB
Debut Diogo Moreira di Tes MotoGP Valencia 2025 penuh kejutan.
Debut Diogo Moreira di Tes MotoGP Valencia 2025 penuh kejutan.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Brasil, Diogo Moreira, resmi memulai perjalanannya menuju musim debut di MotoGP melalui tes pasca-musim di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, pada Selasa (18/11/2025).

Sang juara dunia Moto2 2025 ini menjadi satu-satunya pembalap kelas menengah yang mendapat promosi ke MotoGP untuk musim 2026, bergabung dengan LCR Honda dengan kontrak multi-tahun.

Bagi Moreira, kesempatan pertama mengendarai Honda RC213V menghadirkan pengalaman yang tak hanya menegangkan, tetapi juga membuka matanya mengenai betapa jauhnya perbedaan performa antara motor Moto2 dan MotoGP.

Reaksi spontan sang rookie bahkan memancing tawa sekaligus menggambarkan intensitas sensasi yang ia rasakan.

Kepala tim LCR, Lucio Cecchinello, membagikan kesan pertama sang pembalap muda itu.

Menurutnya, Moreira bergurau bahwa ia “berak di celana”, sebuah ungkapan hiperbolis yang menggambarkan rasa takut ekstrem akibat tenaga motor yang luar biasa besar.

Perbedaan Antara MotoGP vs Moto2

Secara teknis, perbedaan performa antara kedua kelas ini memang mencolok.

Motor MotoGP berbekal mesin 1.000cc empat silinder mampu mencapai top speed hingga 366 kilometer per jam, sementara motor Moto2 bermesin 765cc tiga silinder biasanya berhenti di kisaran 301,8 kilometer per jam.

Pada tes Valencia, Moreira mencatat kecepatan tertingginya di 335,4 kilometer per jam, jauh melampaui top speed Moto2 miliknya hanya dua hari sebelumnya yakni 278,3 kilometer per jam.

Kecepatan ini tidak didorong oleh mesin semata.

MotoGP menawarkan teknologi lebih maju seperti aerodinamika kompleks, elektronik tingkat tinggi, ride height device, dan rem karbon berperforma ekstrem.

Semua itu menuntut adaptasi fisik dan mental yang tidak sederhana.

Baca Juga: Perjuangan Honda di Valencia, Luca Marini Raih Posisi Kunci untuk Konsesi Grup C MotoGP

Rem Karbon Jadi Tantangan Utama

Meski terkesan dengan tenaga besar RC213V, Moreira sepakat bahwa tantangan terbesar datang dari sistem pengereman.

Rem karbon pada MotoGP bekerja pada temperatur sangat tinggi dan membutuhkan teknik pemanasan berbeda dibanding rem baja di Moto2.

Ia mengakui bahwa sulit menentukan kapan harus mulai mengerem, apalagi pada kondisi lintasan yang ia masih pelajari.

Pembalap lain yang turun sebagai pengganti, Celestino Vietti, pun menyebut bahwa meski kecepatan jauh lebih tinggi, titik pengereman MotoGP terasa mirip dengan Moto2, justru karena kekuatan rem karbon.

“Yang paling sulit dipahami adalah rem, karena harus memanaskannya terlebih dahulu dan menentukan momen tepat untuk menghentikan motor,” ujar Moreira.

Menghadapi Tenaga Besar RC213V

Selain rem, tenaga besar motor prototipe tersebut membuat Moreira sempat enggan membuka gas penuh.

Namun seiring bertambahnya lap, rasa takut berubah menjadi kenikmatan.

Ia menyelesaikan 57 lap, dengan catatan terbaik pada putaran ke-53.

Meski finis di urutan kedua terakhir, Moreira menunjukkan peningkatan progresif dan tidak mengalami insiden apa pun.

Fokus Musim Dingin, Membangun Fisik untuk 2026

Moreira memahami bahwa fisiknya harus ditingkatkan secara signifikan.

MotoGP menuntut kekuatan otot berbeda, terutama saat mengendalikan motor yang jauh lebih berat, bertenaga, dan memiliki gaya tarik-guling (g-force) lebih kuat.

Ia baru diperbolehkan kembali mengendarai RC213V pada tes shakedown 29-31 Januari 2026 di Sepang.

Sampai saat itu, fokus utamanya adalah latihan intensif sepanjang musim dingin.

“Kami harus berlatih keras di musim dingin ini. Hari ini kami tidak banyak melakukan putaran, jadi masih banyak yang harus saya pelajari,” ujarnya optimistis.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Diogo Moreira #moto2 #motogp #valencia #honda