Pada akhir musim 2024–2025, Garnacho diberitahu bahwa dirinya tidak lagi masuk dalam rencana pelatih kepala Man United, Ruben Amorim. Mengetahui hal tersebut, winger asal Argentina itu segera menjadikan Chelsea sebagai pilihan utama.
Transfer tersebut akhirnya rampung pada 30 Agustus, dengan Chelsea menebus Garnacho seharga £40 juta.
Manchester United Tolak Lavia dan Nkunku
Baca Juga: Tol Prosiwangi Segera Appraisal Ulang, Kades Watukebo Banyuwangi Minta Jalur Baru
Chelsea menawarkan Man United opsi untuk memasukkan Lavia atau Nkunku dalam paket kesepakatan. Namun, klub peraih 20 gelar Liga Inggris itu menolak kedua nama tersebut.
Salah satu alasan utama adalah catatan kebugaran Lavia yang dinilai mengkhawatirkan. Mantan gelandang Southampton itu mengalami beragam cedera sejak bergabung dengan Chelsea dan baru tampil 31 kali sejak 2023.
Bahkan, ia belum sekalipun menyelesaikan pertandingan penuh selama 90 menit, sebuah catatan yang dianggap mencerminkan kondisi fisiknya yang belum stabil.
Sementara itu, Nkunku juga tidak menjadi pilihan bagi Man United meski mereka tengah mencari tambahan amunisi di lini serang. Klub memilih merekrut Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, dan Benjamin Sesko sebagai solusi baru.
Pada akhirnya, Nkunku hengkang ke AC Milan, di mana ia telah tampil delapan kali dengan kontribusi satu gol dan satu assist. Milan membayar £36 juta untuk mendatangkannya dari Chelsea.
Selama memperkuat The Blues, Nkunku mencatat 18 gol dan lima assist dalam 62 penampilan di semua kompetisi.
Performa Garnacho di Chelsea Musim Ini
Garnacho sejauh ini telah tampil 10 kali bagi Chelsea dengan torehan dua gol dan dua assist. Meski sempat diragukan karena isu kedisiplinan dan start yang lambat, performanya mulai menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa pekan terakhir.
Pemain berusia 21 tahun itu juga masih berharap dapat kembali masuk skuad Argentina menjelang Piala Dunia 2026.
Namun, ia harus bekerja ekstra keras untuk menarik perhatian pelatih Lionel Scaloni agar bisa masuk daftar pemain pada turnamen musim panas mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries