Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ranking FIFA Indonesia Turun: Digusur Suriname yang Melonjak Usai Menang Telak di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ali Sodiqin • Rabu, 19 November 2025 | 19:04 WIB
Suriname berhasil mengalahkan El Savador dan berhak menggusur ranking FIFA Timnas Indonesia.
Suriname berhasil mengalahkan El Savador dan berhak menggusur ranking FIFA Timnas Indonesia.

RADARBANYUWANGI.ID - Peringkat FIFA Timnas Indonesia dipastikan mengalami penurunan setelah disalip Suriname dalam daftar ranking terbaru.

Kepastian tersebut muncul dua hari jelang berakhirnya agenda FIFA Matchday November 2025, tepatnya setelah Suriname meraih kemenangan penting dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona CONCACAF.

Ancaman penurunan peringkat sejatinya sudah mengemuka sejak PSSI memastikan Timnas Indonesia tidak berpartisipasi dalam FIFA Matchday periode 10–18 November 2025.

Ketidakhadiran Garuda berkaitan dengan belum adanya pelatih kepala usai berpisah dengan Patrick Kluivert beserta jajaran staf kepelatihannya.

Absennya pertandingan internasional membuat perolehan poin Indonesia, yakni 1.140,35 angka, tidak mengalami perubahan.

Situasi ini membuka peluang bagi beberapa negara di bawahnya untuk menggeser Indonesia apabila meraih hasil positif di FIFA Matchday.

Suriname Salip Indonesia Usai Menang Telak

Prediksi tersebut menjadi kenyataan pada Minggu (16/11) siang. Berdasarkan data Football-Ranking, Suriname melesat naik lima tingkat dari posisi 126 ke peringkat 121.

Lompatan besar itu sekaligus menurunkan posisi Indonesia ke ranking 123 sementara waktu.

Kenaikan drastis Suriname dipicu kemenangan telak 4-0 atas El Salvador dalam lanjutan Grup A putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (14/11).

Kemenangan tersebut membuat Suriname mengemas tambahan 15,14 poin sehingga total nilainya meningkat menjadi 1.151,03 poin—melewati Sierra Leone (1.149,10) dan Indonesia (1.144,73).

Kemenangan ini bukan hanya mendongkrak ranking FIFA mereka, tetapi juga menjaga peluang besar Suriname untuk lolos ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Negara di timur laut Amerika Selatan itu kini memimpin klasemen sementara Grup A dengan sembilan poin, unggul selisih gol dari Panama yang juga mengoleksi poin sama.

Dengan satu pertandingan tersisa menghadapi Guatemala pada Rabu (19/11) dini hari WIB, Suriname memiliki kesempatan emas untuk mengunci sejarah manis: lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Suriname di Ambang Pecahkan Rekor Baru

Jika berhasil melaju ke putaran final, Suriname akan mencatatkan diri sebagai negara berperingkat terendah yang pernah lolos ke Piala Dunia.

Saat ini Suriname berada di posisi 126 FIFA, hanya empat peringkat di bawah Indonesia, sebelum lonjakan terbaru mereka.

Rekor negara berperingkat terendah di Piala Dunia sebelumnya dipegang Korea Utara pada 2010 yang kala itu menempati peringkat 110.

Artinya, Suriname berpeluang mencetak pencapaian historis sekaligus menorehkan babak baru dalam perjalanan sepak bolanya—tepat saat negara tersebut selesai merayakan 50 tahun kemerdekaannya dari Belanda.

Persaingan Grup A sendiri terbilang ketat. Empat tim hanya terpaut tiga poin, yaitu Suriname, Panama, Guatemala, dan El Salvador.

Namun Suriname memiliki kontrol penuh atas nasibnya sendiri karena keunggulan selisih gol.

Kebangkitan Suriname: Peran Naturalisasi dan Revolusi Manajemen

Menurut laporan Daily Mail, kebangkitan Suriname tidak lepas dari strategi naturalisasi melalui Sport Passport.

Regulasi baru tersebut memungkinkan para pemain berdarah Suriname yang berkarier di Eropa untuk memperkuat tim nasional.

Keputusan ini sempat menimbulkan pro-kontra di dalam negeri. Sebagian suporter menganggap langkah itu mengurangi nilai patriotisme.

Namun keberhasilan di lapangan membuat keraguan tersebut perlahan sirna.

Transformasi besar Suriname juga digerakkan oleh sang General Manager, Brian Tevreden.

Selama empat tahun terakhir, Tevreden membangun fondasi profesional—mulai dari fasilitas hotel, kualitas konsumsi pemain, hingga penggunaan basis data untuk merekrut pemain naturalisasi yang berkualitas.

“Ke mana pun Anda pergi, orang-orang membicarakannya. Anda bisa merasakan kegembiraan, tekanan, dan ketegangan di udara,” ujar Tevreden, menggambarkan antusiasme jelang laga-laga terakhir.

Besarnya euforia bahkan terlihat dari tiket pertandingan Suriname vs El Salvador yang ludes hanya dalam 30 menit.

Dukungan masif publik menjadi dorongan tambahan bagi Natio dan Suriboys untuk menuntaskan impian lolos ke Piala Dunia.

Indonesia Turun Peringkat: Efek Absennya FIFA Matchday

Sementara itu, Indonesia harus menerima kenyataan pahit turun satu peringkat.

Ketiadaan pertandingan pada jeda internasional membuat Garuda tidak dapat menambah poin, sementara negara lain terus melesat.

Keputusan PSSI absen di FIFA Matchday karena belum adanya pelatih kepala kini terasa konsekuensinya.

Selain menurunkan posisi Indonesia, absennya laga internasional juga berpotensi memengaruhi ritme dan pengalaman internasional skuad Garuda ke depan.

Namun masih ada peluang untuk memperbaiki ranking pada FIFA Matchday berikutnya, asalkan Timnas Indonesia segera kembali ke agenda pertandingan resmi dan meraih hasil positif.

Menunggu Laga Penentu Suriname

Kini perhatian publik tertuju pada laga pamungkas Suriname melawan Guatemala. Jika menang, Suriname secara otomatis memastikan tiket ke Piala Dunia 2026.

Jika imbang atau kalah, mereka masih punya peluang, tergantung hasil Panama dan Guatemala.

Negara kecil berpenduduk sekitar 600 ribu jiwa itu memiliki peluang terbaik dalam sejarah mereka—dan kemenangan atas El Salvador menunjukkan bahwa momentum masih berada di pihak mereka.

Apakah Indonesia mampu kembali merebut posisi yang hilang? Dan akankah Suriname menulis sejarah sebagai negara berperingkat terendah yang tampil di Piala Dunia?

Jawabannya akan terungkap beberapa hari lagi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#zona concacaf #suriname #indonesia #kualifikasi piala dunia #peringkat fifa