Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kekhawatiran Keausan Ban, Pirelli Terapkan Regulasi Baru di F1 Qatar 2025

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 18 November 2025 | 17:04 WIB
Aturan dua pit-stop wajib F1 GP Qatar 2025 diterapkan Pirelli.
Aturan dua pit-stop wajib F1 GP Qatar 2025 diterapkan Pirelli.

RADARBANYUWANGI.ID - Formula 1 Grand Prix Qatar 2025 akan menghadirkan dinamika strategi yang berbeda setelah Pirelli menetapkan aturan dua pit-stop wajib bagi seluruh pembalap.

Kebijakan ini muncul akibat kekhawatiran terhadap daya tahan ban di Sirkuit Internasional Lusail, yang memiliki karakteristik menuntut serta menghasilkan energi lateral sangat tinggi.

Pirelli secara resmi membatasi panjang maksimal satu stint menjadi 25 putaran per set ban sepanjang akhir pekan.

Dengan total balapan mencapai 57 putaran, seluruh pembalap otomatis harus menjalankan strategi dua pit-stop untuk menyelesaikan GP Qatar.

Keputusan tersebut diambil setelah analisis data ban musim 2024 menunjukkan keausan ekstrem, terutama pada ban depan kiri.

Pada musim lalu, beberapa ban mencapai batas kelelahan struktural, mendorong Pirelli mengambil langkah pencegahan lebih ketat di tahun ini.

Aturan ini mengingatkan kembali pada GP Qatar 2023 ketika langkah serupa diberlakukan akibat kerusakan mikro pada dinding samping ban yang disebabkan oleh desain trotoar.

Namun, modifikasi trotoar piramida serta penambahan gravel trap pada 2024 telah menghilangkan masalah tersebut.

Meskipun demikian, karakteristik sirkuit tetap membuat manajemen ban menjadi isu utama.

Pirelli membawa tiga kompon terkeras, C1, C2, dan C3, untuk menghadapi tingginya tekanan lateral di Lusail.

Dengan diterapkannya stint maksimum, pembalap tidak lagi perlu melakukan manajemen ban secara agresif.

Sebaliknya, mereka dapat mendorong mobil hingga batas performa tanpa risiko memperpanjang usia ban melewati ketentuan keamanan.

FIA juga memanfaatkan balapan ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi efektivitas konsep dua pit-stop wajib.

Mekanisme tersebut tengah dipertimbangkan sebagai standar untuk seluruh balapan mulai musim 2026.

Dalam dokumen teknis yang dibagikan dua minggu sebelum balapan, Pirelli menjelaskan, Sirkuit Lusail menghasilkan energi lateral tinggi yang mempercepat kelelahan struktur ban.

Tim sering terdorong memperpanjang usia ban demi mengurangi pit-stop, sehingga meningkatkan risiko keselamatan.

Pembatasan stint menjadi solusi untuk menjaga stabilitas performa dan keamanan seluruh pembalap.

GP Qatar 2025 juga diprediksi menjadi panggung penting dalam perburuan gelar juara.

Lando Norris berpotensi mengamankan gelar dunia di Lusail, setelah unggul 24 poin dari Oscar Piastri menjelang GP Las Vegas yang digelar sebelum putaran Qatar.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #qatar #pirelli #Lusail #f1