Nigeria sebenarnya unggul lebih dulu melalui gol Frank Onyeka dalam laga kualifikasi krusial tersebut. Namun, gol penyeimbang Meschack Elia memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti. Kongo akhirnya menang 4-3 dan mempertahankan harapan mereka untuk tampil di Piala Dunia.
Setelah pertandingan, Chelle menyampaikan keluhannya terkait insiden yang ia klaim terjadi selama adu penalti.
“Selama seluruh proses pengambilan penalti, pemain Kongo melakukan sesuatu seperti voodoo. Setiap kali, setiap kali. Itu membuat saya sedikit gelisah,” ujar Chelle kepada wartawan.
Ketika ditanya apa yang sebenarnya ia lihat, Chelle hanya melambaikan tangan kanannya untuk menggambarkan gerakan yang dimaksud, namun tidak dapat menjelaskan detailnya.
“Semacam begitu, entahlah, apakah itu air atau sesuatu yang lain,” katanya.
Kekalahan ini terasa semakin pahit karena Nigeria tumbang dari tim yang berada 19 peringkat di bawah mereka. Hasil tersebut memastikan Super Eagles gagal tampil di Piala Dunia untuk ketiga kalinya sejak 2006 dan kedua kalinya secara beruntun.
NFF Sampaikan Permintaan Maaf Resmi
Baca Juga: Jalan S. Parman Berubah Jadi Sungai! Banjir Sepinggang di Banyuwangi Bikin Puluhan Kendaraan Mogok
Federasi Sepak Bola Nigeria (NFF) merilis pernyataan resmi setelah kekalahan tersebut. Mereka meminta maaf kepada publik, termasuk Presiden Bola Ahmed Tinubu, pemerintah, dan jutaan pendukung Super Eagles.
“NFF dengan tulus meminta maaf kepada Yang Mulia Presiden Bola Ahmed Tinubu, Pemerintah Federal, dan seluruh rakyat Nigeria, terutama para penggemar yang setia dan penuh semangat, atas kegagalan Super Eagles lolos ke Piala Dunia 2026,” tulis NFF melalui platform X.
Mereka menyebut kekalahan dari Kongo pada Final Play-off Afrika di Rabat sebagai momen yang sangat menyedihkan bagi sepak bola Nigeria.
“Bagi negara yang menjadikan Super Eagles sebagai simbol persatuan, harapan, dan kebanggaan kolektif, kegagalan ini menjadi pukulan besar. NFF, tim pelatih, dan para pemain memahami betapa beratnya momen ini serta ekspektasi tinggi yang wajar dimiliki rakyat Nigeria.”
NFF juga menegaskan bahwa mereka menyadari besarnya dukungan publik dan mengakui bahwa upaya kolektif tim belum mampu memberikan hasil yang diharapkan. (*)
Editor : Niklaas Andries