Namun, keputusan wasit, badai cedera, hingga pergantian pelatih dapat mengubah jalannya musim secara signifikan, entah menguntungkan atau justru merugikan.
Dengan latar belakang itu, berikut tinjauan non-ilmiah namun terukur tentang klub-klub Premier League yang tampaknya paling diuntungkan atau paling dirugikan oleh situasi di luar taktik permainan.
Analisis ini fokus pada tiga aspek kunci yakni
1. Masalah Cedera
Fokusnya bukan pada satu-dua pemain yang absen, melainkan situasi ketika beberapa pemain inti atau seluruh sektor permainan kehilangan personel penting.
2. Pergantian Pelatih
Dampak “new manager bounce” kerap merugikan tim yang kebetulan menjadi lawan pertama klub yang baru mengganti pelatih.
3. Kesalahan VAR / Wasit yang Telah Dikonfirmasi
Ini faktor paling jelas. Hingga kini tercatat enam kesalahan VAR yang telah disahkan panel KMI (key match incident).
Hasil analisis ini memberi konteks tambahan atas performa klub-klub sepanjang 11 pekan pertama Premier League musim 2025-2026.
CEDERA: Siapa yang Paling Beruntung dan Paling Merugi?
BERUNTUNG: Bertemu Lawan yang Pincang
Liverpool
Liverpool membuka musim dengan lima kemenangan beruntun meski permainan mereka dianggap belum meyakinkan. Salah satu alasan yang menolong mereka adalah bertemu lawan yang sedang dilanda badai cedera.
1. Laga pembuka melawan Bournemouth, lini tengah lawan compang-camping sehingga sulit memberi perlawanan.
2. Mengalahkan Arsenal 1-0 saat The Gunners tanpa Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan kemudian kehilangan William Saliba di menit ke-5.
3. Bertemu Chelsea tanpa Cole Palmer, meski tetap kalah 2-1 pada menit akhir.
Nottingham Forest
Meski kini berada di posisi 19, Forest justru cukup beruntung soal cedera lawan.'
1. Menang 3-1 atas Brentford tanpa Mikkel Damsgaard.
2. Kalah 0-3 dari Arsenal yang kala itu tetap tanpa Saka dan Odegaard.
3. Mendapat peluang emas melawan Chelsea yang tanpa Palmer, Enzo Fernandez, dan Caicedo yang hanya main 45 menit, tetapi tetap kalah 0-3.
Keberuntungan cedera tidak selalu berbuah poin jika tidak dimanfaatkan.
SIAL: Dihantam Badai Cedera
Arsenal
Memimpin klasemen meski dihajar cedera pemain kunci adalah prestasi besar.
1. Kalah 0-1 dari Liverpool tanpa Saka, Odegaard, dan Saliba.
2. Hadapi Manchester City tanpa Odegaard dan hanya 45 menit Saka.
3. Menghadapi Crystal Palace dengan Saliba hanya main babak pertama.
4. Kekurangan penyerang saat kontra Sunderland, Gyokeres, Havertz, dan Gabriel Jesus sama-sama cedera.
Fulham
Lima kekalahan dalam enam laga terakhir makin diperburuk oleh krisis cedera.
1. Sering bermain tanpa striker murni karena Raúl Jiménez dan Rodrigo Muniz cedera.
2. Antonee Robinson dan Joachim Andersen juga mengalami cedera penting.
3. Lini belakang dan gelandang bertahan sama-sama rapuh karena absensi Lukić.
Fulham menjadi salah satu tim paling terpukul cedera musim ini.
Chelsea
Chelsea mengalami badai cedera serius tetapi masih mampu menjaga performa.
1. Cole Palmer absen delapan lag
2. Romeo Lavia absen tujuh laga.Dario Essugo menjalani operasi paha.
3. Enzo Fernandez sempat absen pada laga penting.
4. Hampir seluruh bek tengah cedera: Colwill, Fofana, Adarabioyo, Chalobah, Acheampong, Badiashile.
Dengan kondisi ini, kemenangan mereka atas Forest dan Liverpool menunjukkan ketangguhan skuad yang sangat teruji.
PERGANTIAN PELATIH: Siapa Diuntungkan? Siapa Dirugikan?
Sejauh 11 pertandingan, telah terjadi empat pergantian pelatih: dua di Forest, satu di West Ham, dan satu di Wolves (yang belum memainkan laga bersama pelatih baru Rob Edwards).
BERUNTUNG: Menghadapi Tim dalam Krisis Pelatih
Arsenal
Forest mengganti Nuno Espírito Santo dengan Ange Postecoglou setelah tiga laga. Situasi internal Forest kacau, atmosfer buruk, dan gaya bermain berantakan. Arsenal memanfaatkannya dengan menang 3-0.
Bournemouth
Forest kemudian memecat Postecoglou hanya 39 hari kemudian dan menunjuk Sean Dyche. Laga pertama Dyche? Kekalahan 0-2 dari Bournemouth.
SIAL: Menjadi Korban “New Manager Bounce”
Everton
West Ham menunjuk Nuno Espírito Santo tepat sebelum menghadapi Everton.
Hasilnya? West Ham meraih poin pertama dalam sebulan, dan Everton jadi pihak yang dirugikan karena bertemu lawan yang sedang bereaksi positif terhadap pelatih baru.
KESALAHAN VAR: Siapa Diuntungkan, Siapa Dirugikan?
Enam kesalahan VAR telah dikonfirmasi musim ini.
BERUNTUNG
1. AFC Bournemouth (2 kali): Marcos Senesi dua kali lolos dari hukuman kartu merah.
2. Chelsea: Gol Fulham dianulir secara salah.
3. Everton: Tidak diberi penalti untuk Wolves.
4. Brentford: Nathan Collins hanya diberi kartu kuning saat seharusnya merah.
SIAL
1. Liverpool: Harusnya Bournemouth dapat kartu merah di menit 13.
2. Fulham: Gol sah mereka dianulir.
3. Wolves: Harusnya dapat penalti saat skor 3-1.
4. Manchester United: Dirugikan saat Brentford tidak mendapat kartu merah.
5. Brighton: Harusnya dapat penalti atas tekel tinggi Malo Gusto.
6. Crystal Palace: Senesi kembali lolos dari kartu merah.
Keberuntungan Bukan Segalanya, Tapi Berpengaruh
Meski tidak ilmiah, analisis ini memberi gambaran bahwa:
1. Liverpool diuntungkan oleh cedera lawan pada awal musim.
2. Fulham dan Arsenal mengalami dampak besar dari absennya pemain inti.
3. Chelsea mendapat keuntungan VAR, tetapi juga diuji dengan badai cedera ekstrem.
4. Everton jadi korban efek “new manager bounce”.
Kita akan kembali melakukan pembaruan setelah sepertiga musim berikutnya untuk melihat apakah roda keberuntungan kembali berputar. (*)
Editor : Niklaas Andries