Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fabinho Kembali ke Timnas Brasil! Begini Perjalanan Kariernya Usai Tinggalkan Liverpool dan Merumput di Arab Saudi

Niklaas Andries • Selasa, 18 November 2025 | 17:30 WIB

COMEBACK: Fabinho layak kembali masuk skuad timnas Brasil Piala Dunia 2026
COMEBACK: Fabinho layak kembali masuk skuad timnas Brasil Piala Dunia 2026
RADARBANYUWANGI.ID - Berkarier di luar sorotan liga-liga elite Eropa, terutama setelah pindah ke Liga Arab Saudi, sering kali membuat pemain kehilangan tempat di tim nasional.

Namun Fabinho membuktikan bahwa peluang itu tetap terbuka. Gelandang berusia 32 tahun tersebut resmi kembali dipanggil pelatih Carlo Ancelotti untuk jeda internasional November, dua tahun setelah pemanggilan terakhirnya pasca-Piala Dunia 2022.

Fabinho meninggalkan Liverpool pada pertengahan 2023, setelah meraih berbagai gelar prestisius, lalu menjadi bagian dari gelombang besar transfer menuju Arab Saudi. Ia bergabung dengan Al-Ittihad pada musim ketika liga tersebut mulai gencar mendatangkan bintang dunia.

Untuk memahami bagaimana performanya sejak hijrah ke Timur Tengah, Trivela berbincang dengan akun Central do Arabao, referensi terkemuka di kalangan penggemar Brasil yang mengikuti Saudi Pro League.

Musim Penuh Dinamika: Dari Performanya yang Biasa Saja Hingga Menjadi Motor Juara

Baca Juga: Penumpang Diprediksi Meledak! Kemenhub Siapkan 326 Pesawat untuk Nataru 2025–2026, Bandara-Bandara Ini Diprediksi Paling Padat

Meski tiba sebagai salah satu rekrutan terbesar dalam sejarah klub, bersama Karim Benzema dan N'Golo Kante, musim awal Fabinho di Al-Ittihad berjalan tidak mulus. Klub yang saat itu berstatus juara bertahan justru terpuruk dan finis di posisi kelima, terpaut 42 poin dari juara liga, Al-Hilal.

Fabinho juga terkena imbas kekacauan internal klub, termasuk pemecatan Nuno Espírito Santo dan Marcelo Gallardo, serta cedera yang membuatnya absen di akhir musim 2023–2024.

Namun segalanya berubah musim berikutnya, ketika Laurent Blanc datang. Dalam formasi 4-2-3-1, duet Fabinho–Kante menjadi pusat permainan Al-Ittihad.

Mereka hanya kalah tiga kali sepanjang musim Saudi Pro League. Stabilitas di lini tengah menjadi kunci keberhasilan klub meraih gelar Liga Arab Saudi dan Piala Raja.

“Fabinho menjadi salah satu gelandang terbaik musim lalu. Ia dan Kanté mengontrol ritme permainan serta membuat struktur tengah tim sangat solid,” kata Central do Arabao.

Statistik Fabinho pada Musim Terbaiknya

1. 84 tekel sukses (peringkat 5 liga)

2. 39 intersep

3. 60 sapuan

4. 83 umpan jauh akurat

5. 1.891 operan sukses (peringkat 5 liga)

Musim Terbaru Tak Semulus Sebelumnya: Adaptasi ke Era Sergio Conceicao

Memasuki musim 2025–2026, performa Fabinho dan Al-Ittihad kembali menurun. Klub kini duduk di posisi ketujuh dan dianggap belum sepenuhnya pulih dari “jet lag” prestasi musim sebelumnya.

Menurut Central do Arabão, performa Fabinho bukan buruk, namun jauh dari standar tinggi musim lalu.

“Hampir seluruh pemain Ittihad tampil di bawah standar. Adaptasi ke sistem Sergio Conceicao juga belum berjalan mulus. Wajar jika performanya menurun di awal musim,” jelasnya.

Jumlah pertandingan Fabinho di Al-Ittihad

1. 2025–26: 13 laga (starter semua)

2. 2024–25: 37 laga

3. 2023–24: 30 laga (28 starter)

Mengapa Ancelotti Memanggil Fabinho Kembali? Ini Alasannya

Pemanggilan Fabinho memunculkan perdebatan, terutama karena Liga Arab Saudi dianggap memiliki level kompetisi yang lebih rendah. Banyak yang menilai Ancelotti bisa saja memilih pemain lain seperti:

1. Andre

2. Joao Gomes (Wolves)

3. Ederson (Atalanta)

4. atau gelandang lokal Brasil

Namun Ancelotti melihat Fabinho memiliki karakteristik paling mirip dengan Casemiro, gelandang jangkar favoritnya di Timnas Brasil.

“Saya membutuhkan pemain yang dapat menjalankan peran Casemiro. Fabinho punya kualitas itu, pengalaman, dan pemahaman posisi yang sangat baik,” ujar Ancelotti.

Menariknya, Casemiro sendiri sempat menyebut nama Fabinho saat ditanya siapa pemain dengan gaya bermain paling mirip dirinya.

Fabinho di Arab Saudi: Masih Sama seperti Saat di Liverpool

Baca Juga: Banjarnegara Darurat! 45 Warga Masih Terisolasi, 27 Diduga Tertimbun Longsor Situkung—Evakuasi Dikebut, Relawan Kerahkan Kekuatan Penuh

Menurut Central do Arabao, gaya bermain Fabinho nyaris tidak berubah.

Ia tetap gelandang bertahan yang kuat dalam:

1. membaca permainan

2. menjaga ruang

3. melakukan tekel dan intersep

4. menghubungkan lini belakang dan depan

5. membentuk blok rendah

“Fabinho adalah Fabinho yang semua orang kenal. Taktis, disiplin, dan punya naluri bertahan yang kuat,” ujarnya.

Performa Stabil, Peran Krusial, dan Peluang Baru di Timnas Brasil

Baca Juga: Tol Probowangi Siap Dibuka Saat Nataru! Ruas Gending–Paiton Bisa Dilintasi, Waktu Probolinggo–Banyuwangi Tinggal 2 Jam!

Meski berkarier jauh dari kancah Eropa, Fabinho membuktikan dirinya tetap relevan. Konsistensinya, peran vital di Al-Ittihad, serta karakteristik taktikal yang mirip Casemiro menjadi alasan kuat mengapa Ancelotti kembali memberikan kepercayaan tersebut.

Kini, Fabinho memiliki kesempatan baru untuk membuktikan bahwa kualitas pemain top tidak hilang hanya karena berpindah ke kompetisi yang berbeda. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#al ittihad #fabinho #Liverpool #timnas brasil