Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Apakah F1 Akan Kembali ke Malaysia? Sepang Buka Peluang Tanpa Dana Pemerintah

Lugas Rumpakaadi • Senin, 17 November 2025 | 19:21 WIB
Sepang optimistis F1 bisa kembali ke Malaysia meski tanpa dukungan dana pemerintah.
Sepang optimistis F1 bisa kembali ke Malaysia meski tanpa dukungan dana pemerintah.

RADARBANYUWANGI.ID - Sepang International Circuit kembali menjadi sorotan setelah menyatakan bahwa peluang Malaysia untuk kembali menggelar Grand Prix Formula 1 belum sepenuhnya tertutup.

Meskipun pemerintah Malaysia menegaskan tidak akan memberikan dukungan finansial, manajemen sirkuit tetap optimistis bahwa kesempatan tersebut bisa terbuka di masa depan.

Malaysia resmi keluar dari kalender Formula 1 setelah musim 2017, tepat saat Liberty Media mengambil alih hak komersial F1.

Sejak itu, popularitas global F1 meningkat pesat, dengan banyak sirkuit mencatatkan rekor jumlah penonton serta meningkatnya keuntungan finansial dari penyelenggaraan balapan.

Dalam suasana industri yang lebih kondusif, pihak Sepang menilai keputusan menghentikan GP Malaysia pada 2017 sebagai sebuah kesalahan.

Mereka kini aktif mencari peluang untuk mengembalikan balapan tersebut.

CEO Sepang, Azhan Shafriman Hanif, menegaskan bahwa pemerintah saat ini memfokuskan anggaran untuk kebutuhan publik dan tidak mempertimbangkan pengeluaran besar untuk F1.

Liberty Media dilaporkan menawarkan biaya lisensi sekitar USD 70 juta, yang dinilai terlalu tinggi tanpa dukungan negara.

Meskipun demikian, Shafriman menyatakan peluang tetap ada jika sektor korporasi bersedia menjadi mitra pendukung.

Ia menekankan perlunya perhitungan matang mengenai keuntungan yang akan diterima sponsor dari investasi besar tersebut.

Sepang menilai hal tersebut mungkin terjadi, meski tidak mudah.

Kuncinya adalah menemukan investor strategis yang mampu menanggung biaya lisensi dan operasional.

Menurut Shafriman, pihaknya siap berdiskusi lebih jauh dengan calon mitra yang memiliki visi jangka panjang.

Sirkuit juga memastikan bahwa fasilitas Sepang masih memenuhi standar homologasi internasional.

Hanya beberapa penyesuaian kecil yang diperlukan apabila F1 kembali diselenggarakan.

Saat ini kalender F1 telah mencapai batas maksimal 24 balapan.

Banyak negara juga tengah berupaya mendapatkan slot, termasuk Thailand yang menyiapkan anggaran besar untuk balapan jalan raya di Bangkok, serta Rwanda dan Argentina yang juga masuk dalam daftar pesaing.

Beberapa peluang kecil bisa muncul pada periode setelah 2026, ketika Zandvoort berpotensi keluar dari kalender dan Spa-Francorchamps mulai memasuki sistem rotasi.

Namun, peluang Malaysia tetap bergantung pada dinamika global dan kesiapan mitra finansial.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#sepang #formula 1 #malaysia #f1