Kemenangan di Tirana tersebut bukan sekadar menjaga rekor sempurna, tetapi juga menghadirkan pencapaian yang belum pernah diraih sebelumnya oleh skuad senior putra Inggris.
Meski sudah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia di Amerika Utara sejak jeda internasional November, pasukan Thomas Tuchel tetap tampil serius dalam menutup fase grup.
Albania pun sudah aman di posisi kedua setelah menang 1-0 atas Andorra, sehingga laga ini lebih menjadi ajang menjaga gengsi.
Eksperimen Tuchel, Babak Pertama Tumpul
Baca Juga: Gubernur Luthfi Turun Gunung! Relokasi Korban Longsor Cibeunying Dikebut, 20 Warga Masih Dicari
Dengan status juara grup yang sudah terkunci, Tuchel melakukan eksperimen besar dengan merombak tujuh pemain dari susunan starter sebelumnya. Perubahan itu membuat Inggris kehilangan ritme dan koneksi permainan pada babak pertama.
Namun, pergantian pemain pada babak kedua menjadi titik balik. Umpan flick Bukayo Saka dari situasi sepak pojok dan umpan silang matang Marcus Rashford sukses diselesaikan Harry Kane menjadi dua gol cepat.
Cetak Rekor Nasional: 11 Kemenangan Kompetitif Beruntun
Kemenangan di Tirana menandai 11 kemenangan kompetitif beruntun Inggris, rekor baru sepanjang sejarah tim nasional mereka. Ini adalah rentetan kemenangan kompetitif terpanjang yang pernah dicatat tim senior putra Inggris.
Rangkaian kemenangan tersebut mencakup dua kemenangan atas Albania, Serbia, Andorra, dan Latvia di Grup K, ditambah kemenangan era Lee Carsley atas Republik Irlandia, Yunani, dan Finlandia di UEFA Nations League.
Inggris kini sudah 13 bulan tidak terkalahkan di ajang kompetitif sejak terakhir kali tumbang dari Yunani pada Oktober 2024. Satu-satunya kekalahan di bawah Tuchel datang dari laga persahabatan melawan Senegal yang berakhir 1-3.
Samai Rekor 71 Tahun Tanpa Kebobolan
Inggris juga mencatat delapan clean sheet dari delapan laga kualifikasi—menjadikan mereka negara UEFA kedua dalam sejarah yang menyapu bersih kemenangan tanpa kebobolan pada seluruh pertandingan Kualifikasi Piala Dunia. Rekor tersebut sebelumnya hanya dimiliki Yugoslavia pada edisi 1954.
Catatan itu berpotensi disamai Spanyol yang telah mencetak 19 gol tanpa kebobolan jelang laga pamungkas melawan Turki.
Jarell Quansah Dapat Pujian Setinggi Langit
Salah satu sorotan laga adalah debut starter Jarell Quansah. Bek Bayer Leverkusen itu tampil sebagai bek kanan dan langsung menuai pujian dari Tuchel.
“Saya sangat terkesan dengan Jarell Quansah. Di laga debutnya, ia bermain seolah sudah memiliki 50 caps,” ujar Tuchel.
Pelatih Jerman itu juga menekankan kekuatan kedalaman skuad Inggris yang mampu mengubah jalannya pertandingan lewat pemain pengganti.
Menanti Undian Grup Piala Dunia
Inggris akan mengetahui lawan-lawan mereka di fase grup Piala Dunia 2026 pada 5 Desember mendatang. Saat ini, mereka menjadi satu dari 31 negara yang telah memastikan tempat di putaran final. (*)
Editor : Niklaas Andries