RADARBANYUWANGI.ID - Yamaha resmi mengumumkan bahwa mereka akan beralih ke konfigurasi mesin V4 mulai musim MotoGP 2026.
Keputusan strategis ini sekaligus menutup bab panjang penggunaan mesin inline-4 yang telah menjadi jantung YZR-M1 sejak era mesin empat tak pada 2002.
Selama lebih dari dua dekade, konfigurasi tersebut mengantarkan Yamaha meraih berbagai pencapaian, termasuk gelar juara dunia bersama Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, dan Fabio Quartararo.
Setelah Suzuki mundur dari MotoGP pada akhir musim 2022, Yamaha menjadi satu-satunya tim yang masih mempertahankan mesin inline-4 di grid.
Namun, performa YZR-M1 yang menurun sejak paruh kedua musim 2022, dan absennya kemenangan Grand Prix sejak saat itu, mendorong Yamaha untuk mengevaluasi ulang filosofi teknis mereka.
General Manager Yamaha, Takahiro Sumi, menegaskan bahwa inline-4 telah membentuk identitas balap Yamaha selama puluhan tahun.
Mesin tersebut tidak hanya menghasilkan kemenangan-kemenangan besar, tetapi juga memperkuat reputasi pabrikan dalam hal presisi dan kontrol.
Kendati demikian, evolusi MotoGP yang semakin kompetitif menuntut perubahan signifikan.
Masuknya mesin V4 dipandang sebagai langkah penting untuk mengikuti tren teknologi yang saat ini mendominasi MotoGP.
Keputusan tersebut juga disebut sebagai bagian dari usaha Yamaha untuk mempertahankan Fabio Quartararo setelah 2026, dengan menawarkan paket motor yang lebih kompetitif.
Mesin V4 baru telah menjalani debut melalui wildcard Augusto Fernandez di Grand Prix San Marino, kemudian kembali tampil di Malaysia dan Valencia.
Meski demikian, motor masih berada pada tahap pengembangan awal.
Yamaha mengakui bahwa mesin V4 belum mengeluarkan performa maksimal, terutama dari sisi kecepatan puncak.
Beberapa masalah teknis juga masih perlu diselesaikan, termasuk ketidakstabilan pada bagian depan motor, masalah yang pertama kali dirasakan Fernandez pada tes awal dan kembali muncul pada balapan Valencia.
YZR-M1 bermesin inline-4 telah mencatatkan sejarah gemilang, meraih delapan gelar pembalap dan 125 kemenangan Grand Prix.
Yamaha menegaskan bahwa mereka bangga dengan capaian tersebut, namun kini sudah saatnya beradaptasi dengan tuntutan modern MotoGP.
Sumi menyebut hadirnya V4 sebagai “babak baru” yang menggabungkan semangat inovasi, DNA balap, dan kebutuhan teknis untuk kembali bersaing di level tertinggi.
Yamaha berharap transisi ini mampu menghadirkan kembali perasaan Kando, kebahagiaan dan kepuasan mendalam, bagi para penggemar di seluruh dunia.
Menariknya, ini bukan kali pertama Yamaha menggunakan konfigurasi V4. Pada tahun 1975, Giacomo Agostini berhasil meraih gelar dunia dengan motor Yamaha bermesin V4, menandakan bahwa sejarah kini kembali berputar.
Editor : Lugas Rumpakaadi