Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Franco Morbidelli Menabrak Aleix Espargaro? Ini Analisis Insiden Grid MotoGP Valencia 2025

Lugas Rumpakaadi • Senin, 17 November 2025 | 15:44 WIB
Insiden unik mewarnai MotoGP Valencia 2025.
Insiden unik mewarnai MotoGP Valencia 2025.

RADARBANYUWANGI.ID - Balapan penutup MotoGP 2025 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, diwarnai insiden tak biasa yang terjadi bahkan sebelum lampu start menyala.

Momen itu bermula sesaat setelah para pembalap menyelesaikan putaran pemanasan dan memasuki grid, saat mereka bersiap mengambil posisi start masing-masing.

Sebagaimana prosedur umum, para pembalap melakukan pengereman untuk menonaktifkan perangkat ketinggian pada motor mereka.

Hal yang sama dilakukan Aleix Espargaro di atas Honda RC213V ketika ia berhenti tepat di kotak start posisi ke-14, baris kelima bagian tengah.

Namun kondisi berubah drastis ketika Franco Morbidelli, yang memulai balapan dari posisi ketujuh di sisi kanan baris ketiga, datang dari belakang dan menabrak bagian belakang motor Espargaro.

Benturan itu membuat Morbidelli terjatuh dan memaksa para steward mengevakuasi motor Ducati miliknya dari lintasan.

Pembalap tim VR46 Racing tersebut akhirnya harus masuk pitlane sebelum kembali ke lintasan, namun hanya sebentar.

Cedera pada tangan kirinya akibat retakan memaksanya mundur dari balapan tak lama setelah start.

Espargaro pun mengalami nasib serupa.

Walau sempat melanjutkan balapan, masalah teknis akibat benturan membuatnya terpaksa menghentikan balapan di putaran akhir.

Kerusakan terjadi pada pipa knalpot, perangkat ketinggian belakang, serta komponen lain yang memengaruhi kinerja motor secara signifikan.

Cuplikan video memperlihatkan bagaimana Morbidelli memasuki grid dari sisi kiri, sementara posisi start-nya berada di sisi kanan.

Gerakan diagonal tersebut mempertemukannya dengan Espargaro dalam waktu yang sangat tidak terduga.

Insiden itu pun dinilai sebagai “bencana” mengingat kejadiannya berlangsung saat motor sudah hampir berhenti.

Espargaro mengaku terkejut dan menyayangkan insiden tersebut.

“Ketika saya merasakan benturan dan melihat Morbidelli terjatuh, saya tidak percaya. Melihat pembalap terjatuh di grid saat balapan terakhir musim ini tentu tidak menyenangkan. Ketika semua motor dalam kondisi hampir berhenti, kejadian seperti ini tidak masuk akal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa posisi start Morbidelli seharusnya membuat situasi lebih terkendali.

“Dia tidak start dari posisi 23, tetapi dari tengah grid. Kerusakan pada motornya parah, knalpot, rem, hingga perangkat penurun ketinggian. Jika benturan mengenai kaki saya, cedera saya bisa jauh lebih serius. Saya prihatin dengan kondisinya dan berharap ia segera pulih,” tambah Espargaro.

Masalah semakin rumit ketika balapan berlangsung.

Knalpot motor Espargaro mengeluarkan benda berasap akibat serpihan sayap motor Morbidelli yang tersangkut di dalamnya.

Kerusakan itu membuat berbagai sistem motor tidak berfungsi optimal, termasuk rem mesin dan perangkat ketinggian.

Bahkan pijakan kaki Espargaro menjadi longgar hingga nyaris terlepas ketika melewati tikungan kanan.

“Motor sulit dikendalikan dan saya akhirnya harus mundur,” jelas Espargaro mengenai keputusan menghentikan balapan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#aleix espargaro #franco morbidelli #motogp #valencia