RADARBANYUWANGI.ID - Ratusan atlet karate memadati Aula Banyuwangi Park sejak Sabtu (15/11) hingga Minggu (16/11).
Mereka beradu teknik dan kecepatan untuk memperebutkan 512 medali yang dipertandingkan dalam gelaran Kejurkab Karate Banyuwangi 2025.
Sebanyak 350 karateka dari 21 kontingen turun berlaga. Para peserta berasal dari berbagai perguruan, dengan rentang usia mulai dari kategori dini hingga veteran.
Baca Juga: Hotline 110 Polresta Banyuwangi Tangani Cepat Laporan Pengancaman di Mojopanggung
Atmosfer kompetisi terasa jauh lebih padat dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Ketua FORKI Banyuwangi, I Wayan Redira, mengungkapkan bahwa Kejurkab tahun ini menghadirkan persaingan yang lebih besar dan meriah.
“Pesertanya sangat banyak dan antusias. Karena itu Kejurkab kali ini kami sebut sebagai Kejurkab Plus,” ujarnya.
Diikuti Dojo Luar Daerah
Status “Plus” bukan tanpa alasan. Tahun ini, Kejurkab tidak hanya diikuti perguruan dari Banyuwangi, tetapi juga beberapa dojo dari luar daerah seperti Jember dan Surabaya.
Baca Juga: DPRD Banyuwangi Ungkap 22 Usulan Raperda 2026! Mana yang Diprioritaskan?
Menurut Wayan, kehadiran kontingen luar daerah membawa dampak positif bagi perkembangan karate Banyuwangi.
“Mereka mayoritas membawa pemain pemula. Kehadiran mereka ikut mendorong perkembangan atlet-atlet muda kita. Ini bagus untuk menambah pengalaman tanding dan meningkatkan kualitas persaingan,” jelasnya.
Ajang Pembinaan Atlet Daerah
Lebih dari sekadar kompetisi, Kejurkab Karate Banyuwangi 2025 juga menjadi sarana pembinaan sekaligus pemantauan potensi atlet lokal.
Hasil pertandingan ini akan menjadi bahan evaluasi FORKI Banyuwangi dalam mempersiapkan atlet menuju level provinsi hingga nasional.
“Beberapa atlet berjam terbang tinggi juga ikut turun di sini. Tujuannya untuk memotivasi atlet lainnya,” pungkas Wayan.
Gelaran yang berlangsung dua hari ini tidak hanya memanaskan persaingan, tetapi juga memberi harapan baru bagi lahirnya bibit-bibit karateka berprestasi dari Bumi Blambangan. (*)
Editor : Ali Sodiqin