Insiden tersebut membuat sang mega bintang kembali disejajarkan dengan Thierry Henry sebagai salah satu “penjahat” terbesar bagi publik sepak bola Irlandia.
Sebelum pertandingan, Ronaldo sempat berjanji akan “berperilaku baik” agar tidak memancing ejekan suporter tuan rumah. Namun panasnya pertandingan membuat situasi berubah drastis.
Insiden Sikut yang Mengubah Jalannya Pertandingan
Memasuki menit ke-60, ketika Portugal masih tertinggal akibat dua gol Troy Parrott, Ronaldo terlibat kontak fisik dengan bek Irlandia Dara O’Shea di kotak penalti.
Dalam upaya berebut posisi menyambut umpan silang, Ronaldo terlihat menyodorkan siku ke punggung O’Shea, membuat sang bek jatuh tersungkur.
Reaksi pemain dan suporter tuan rumah langsung meledak. Wasit Glenn Nyberg awalnya hanya memberikan kartu kuning. Namun setelah dipanggil VAR dan meninjau monitor di pinggir lapangan, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung.
Ronaldo yang kesal tidak menerima hukuman itu dengan tenang. Ia bertepuk tangan sinis ke arah suporter Irlandia dan sempat beradu kata dengan pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson, sebelum meninggalkan lapangan.
Kartu merah ini berpotensi membuatnya absen pada laga awal Piala Dunia jika Portugal lolos.
Hallgrimsson, “Mungkin Saya Masuk ke Kepalanya”
Insiden itu menjadi klimaks dari tensi panas antara Ronaldo dan Hallgrimsson yang telah terjadi sejak konferensi pers sebelum pertandingan. Saat itu, sang pelatih menuduh Ronaldo “mempengaruhi wasit” dalam pertemuan sebelumnya antara kedua tim pada Oktober lalu.
Setelah laga, Hallgrimsson menanggapi kejadian tersebut dengan santai, “Dia memuji saya karena memberi tekanan kepada wasit,” ujar Hallgrimsson.
“Tapi kartu merah itu murni karena tindakannya sendiri, kecuali kalau memang saya berhasil masuk ke kepalanya.”
Hallgrimsson mengonfirmasi bahwa dirinya tidak berbicara lagi dengan Ronaldo setelah laga selain komentar singkat di pinggir lapangan.
“Tidak ada yang perlu dibahas. Itu hanya momen kebodohan kecil darinya.”
Martinez Bela Ronaldo dan Kritik Balik Pelatih Irlandia
Pelatih Portugal, Roberto Martinez, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai hukuman itu terlalu keras.
“Ronaldo belum pernah dikartu merah dalam 226 pertandingan internasional. Itu layak dihargai,” kata Martinez.
“Saya tidak melihat sikutan, lebih ke kontak tubuh penuh. Kamera membuatnya terlihat lebih buruk dari kenyataannya.”
Martinez juga menyinggung komentar Hallgrimsson sehari sebelumnya yang menuding wasit mudah dipengaruhi.
“Komentar seperti itu membuat suasana tidak sehat. Kemudian seorang bek besar jatuh dramatis hanya karena gerakan tubuh Cristiano.”
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Ronaldo dipastikan absen dalam laga terakhir kualifikasi melawan Armenia. Namun risiko terbesar adalah kemungkinan hukuman tiga pertandingan yang tercantum dalam Kode Disiplin FIFA.
Pasal 14(i) menyatakan hukuman minimal tiga laga untuk tindakan kekerasan seperti sikutan, tendangan, pukulan, atau serangan fisik lainnya.
Jika dikenai larangan tiga pertandingan:
1. Jika Portugal lolos langsung, Ronaldo akan absen pada dua laga pembuka fase grup Piala Dunia.
2. Jika Portugal harus melalui play-off, Ia akan menjalani hukuman di babak tersebut.
Keputusan akhir akan ditentukan oleh komite disiplin FIFA. Terlepas dari hasil akhirnya, satu hal pasti: kepulangan Ronaldo ke Dublin berubah menjadi salah satu momen paling dramatis dalam perjalanan kualifikasi Portugal. (*)
Editor : Niklaas Andries