RADARBANYUWANGI.ID - Event olahraga tenis, Banyuwangi Open Yunior (BOY) kembali digelar di GOR Tawang Alun, Jumat (14/11).
Di tengah guyuran hujan deras, ratusan petenis muda dari berbagai daerah di Indonesia dan ASEAN bertanding memperebutkan juara untuk sepuluh kelas pertandingan.
BOY telah digelar selama empat tahun berturut-turut. Event kali ini kembali menarik animo ratusan para petenis muda.
Tahun ini, ada 130 atlet dari berbagai daerah di Indonesia serta satu atlet dari Singapura yang ikut bertanding.
Mereka turun di 10 kelas kelompok umur (KU). Mulai KU 8, 10, 12, 14, hingga 16 tahun untuk kategori putra maupun putri.
Ketua Panitia BOY 2025 M. Wahyu Pribadi mengatakan, tahun ini ada perubahan dalam penyelenggaraan.
BOY yang tahun ini tidak masuk dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) lebih difokuskan pada pencarian bibit-bibit muda potensial yang nantinya bisa bersaing di tingkat nasional.
Ajang ini juga menjadi sarana bagi atlet berperingkat nasional untuk menambah jam tanding.
“Banyak pemain yang sebelumnya sudah masuk ranking nasional ikut tampil di ajang BOY 2025. Selain itu ada juga peserta dari Singapura, serta daerah-daerah seperti Jakarta, Karawang, Kendal, Depok, dan Sulawesi,” jelasnya.
Wahyu berharap banyak atlet pemula atau begineer yang mau ikut bertanding. Karena saat event banyak diikuti oleh petenis profesional, banyak atlet pemula yang takut untuk turun bertanding.
Di antara peserta mancanegara, ada atlet tenis Singapura Vera Ong yang tampil di nomor tunggal 12 putri.
Vera akan bertanding melawan petenis unggulan dari Bali, Kadek Chanddani Winda.
“Event ini tetap kami gelar dengan maksimal, memanfaatkan fasilitas yang ada. Fokus utama kami sekarang adalah memberikan panggung bagi pemain pemula dan pemain pro untuk mengasah kemampuan,” ujar Wahyu.
BOY 2025 digelar mulai Jumat (14/11) sampai Minggu (16/11). Pada penutupan, akan dibarengkan dengan pelantikan pengurus Pelti Banyuwangi periode 2025-2029.
"Tahun ini kita gelar murni dari anggaran Pelti, tanpa APBD. Harapannya dari turnamen ini lahir pemain-pemain muda yang bisa naik level, dari pemula menuju pro beginner hingga pro nasional,” tanads Wahyu. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin