RADARBANYUWANGI.ID - Performa Honda dalam beberapa seri terakhir MotoGP menghadirkan optimisme baru di kubu pabrikan Jepang tersebut.
Setelah dua musim berada di posisi terburuk dalam sejarah mereka, Honda kini berada di ambang keluar dari Grup D, kategori konsesi paling rendah dalam regulasi baru MotoGP.
Menariknya, dua pembalap pabrikan mereka, Luca Marini dan Joan Mir, justru menyambut positif kemungkinan hilangnya hak konsesi tersebut untuk musim 2026.
Saat ini Honda dan Yamaha berada di Grup D, yang memberikan sejumlah keuntungan ekstra berupa kelonggaran dalam pengujian, penggunaan mesin, dan kesempatan wildcard.
Dukungan ini telah membantu Honda bangkit secara bertahap, dibuktikan dengan kemenangan di GP Prancis yang berlangsung dalam kondisi basah, serta podium cuaca kering di Silverstone, Motegi, dan Sepang.
Dengan perolehan poin konsesi yang terus meningkat, Honda kini tinggal membutuhkan sembilan poin tambahan di seri penutup Valencia untuk keluar dari Grup D dan sejajar dengan KTM serta Aprilia pada 2026.
Luca Marini mengungkapkan bahwa tim sebenarnya sudah memasang target tersebut sejak pertengahan musim.
Menurutnya, keluar dari Grup D merupakan bukti nyata kerja keras seluruh tim dalam memperbaiki performa RC213V.
Marini juga menilai bahwa kelonggaran pengujian yang diberikan kepada tim Grup D bukan hanya membawa keuntungan, namun juga beban tambahan bagi pembalap.
Frekuensi perjalanan, jadwal padat, serta tuntutan pengembangan membuat dua musim terakhir terasa sangat berat.
Dengan tim penguji kuat yang kini diperkuat Aleix Espargaro dan Takaaki Nakagami, Marini yakin Honda mampu melanjutkan progres tanpa harus bergantung pada konsesi.
Pembalap asal Italia itu juga menegaskan bahwa hilangnya kebebasan pengembangan mesin pada 2026 tidak menjadi persoalan besar.
Menurutnya, menjelang regulasi mesin 850 cc pada 2027, tidak ada manfaat signifikan dari investasi besar untuk mesin 2026 yang perubahannya diperkirakan minimal.
Joan Mir, yang menunjukkan peningkatan performa signifikan pada paruh kedua musim, sependapat dengan Marini.
Ia menilai hilangnya konsesi bukanlah kerugian, melainkan penghargaan atas kerja keras seluruh staf Honda.
Mir mengakui bahwa dalam beberapa musim terakhir, Honda sempat berada pada titik kebingungan.
Namun, kemajuan yang terlihat pada proyek RC213V menjadi bukti bahwa tim kini berada di jalur yang benar.
Konsesi memang berperan penting dalam proses perbaikan, namun Mir menyebut bahwa kehilangan konsesi di masa depan adalah konsekuensi positif dari peningkatan performa.
Editor : Lugas Rumpakaadi