Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Persaingan MotoGP Memanas, Francesco Bagnaia Tetap Yakin Dominasi Ducati Belum Tergeser

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 14 November 2025 | 17:53 WIB
Bagnaia menegaskan Ducati masih motor terbaik di MotoGP.
Bagnaia menegaskan Ducati masih motor terbaik di MotoGP.

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, menegaskan bahwa Ducati Desmosedici GP tetap menjadi motor terbaik di grid MotoGP, walaupun pabrikan lain mulai menunjukkan perkembangan signifikan.

Keyakinan tersebut ia sampaikan menjelang MotoGP Valencia, ketika berbagai rival, Aprilia, Honda, hingga KTM, kian mendekati performa Ducati.

Musim ini memperlihatkan peningkatan kompetitif dari sejumlah pabrikan.

Marco Bezzecchi yang kini membela Aprilia berhasil meraih dua kemenangan, Honda kembali meraih dua podium melalui Joan Mir, dan Pedro Acosta tampil konsisten sebagai penantang papan atas dengan jarak hanya tiga poin dari Bagnaia di klasemen sementara.

Situasi ini menunjukkan bahwa dominasi Ducati semakin terancam.

Namun demikian, menurut Bagnaia, kenyataan bahwa Marc Marquez mampu mengunci gelar juara dunia dengan lima seri tersisa, sebelum absen akibat cedera, menjadi bukti nyata bahwa Desmosedici GP masih berada di level tertinggi.

Dalam konferensi pers pra-event, Bagnaia menegaskan bahwa Ducati tidak kehilangan keunggulannya meski pabrikan lain mendapat lebih banyak konsesi dalam pengembangan motor.

“Saya pikir motor kami adalah yang terbaik,” ujar Bagnaia.

“Musim ini saya memang banyak kesulitan, tetapi performa Marc membuktikan bahwa motor kami masih sangat kuat,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa aturan konsesi memberikan kesempatan bagi Aprilia, Yamaha, Honda, dan KTM untuk mengejar ketertinggalan.

Melalui tambahan sesi tes dan wildcard, mereka mampu mempercepat perkembangan motor masing-masing.

Walaupun demikian, Bagnaia menilai Ducati tetap mampu memaksimalkan apa yang mereka punya.

Musim 2024 menjadi salah satu yang paling berat bagi Bagnaia.

Dengan hanya tiga kemenangan termasuk Sprint, serta tujuh kali gagal finis antara Grand Prix dan Sprint, hasil ini jauh dari pencapaiannya pada 2023 ketika ia meraih 11 kemenangan.

Bagnaia mengaku kesulitan beradaptasi dengan motor versi terbaru dan menilai performanya jauh dari konsisten.

“Saya lebih sering mengalami hal buruk daripada hal baik tahun ini. Setelah empat musim stabil, ini sulit diterima,” ujarnya.

“Saya tidak tahu apakah ada pelajaran besar yang saya dapat, tetapi saya selalu berusaha beradaptasi dan tetap kompetitif,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#francesco bagnaia #ducati #motogp