RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda asal Italia, Nicolo Bulega, resmi menandai debutnya di MotoGP 2025 dengan hasil yang cukup menjanjikan.
Turun bersama tim Aruba.it Ducati, Bulega berhasil meraih satu poin pada balapan utama Grand Prix Portugal, finis di posisi ke-15 dan hanya terpaut tipis dari Miguel Oliveira.
Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi runner-up World Superbike (WorldSBK) 2025 yang baru saja naik kelas ke ajang balap motor paling bergengsi di dunia.
Akhir pekan Bulega di sirkuit Algarve dimulai dengan kecepatan yang impresif.
Ia tampil lebih cepat dari rekan setimnya, Francesco “Pecco” Bagnaia, pada sesi awal.
Namun, semangat tinggi justru membuatnya terjatuh di sesi sprint pada Sabtu (8/11/2025).
Meski demikian, pembalap berusia 25 tahun itu mampu bangkit dan menutup akhir pekan dengan semangat baru.
Dalam balapan utama pada hari Minggu, Bulega menunjukkan peningkatan signifikan.
Ia menyelesaikan 25 lap penuh dan mendapatkan pengalaman penting dalam memahami karakter motor Desmosedici GP, terutama dalam hal pengendalian ban dan ritme balapan panjang.
Setelah menjalani tes di Jerez dalam kondisi hujan, Bulega menegaskan bahwa tantangan terbesar baginya adalah beradaptasi dengan ban Michelin.
Ia mengakui, perbedaan besar antara ban Pirelli di Superbike dan Michelin di MotoGP membuatnya harus belajar ulang cara berkendara.
“Bukan motornya yang sulit, tetapi bannya. Di Superbike, kami terbiasa dengan gaya tertentu, sementara di MotoGP, semuanya terasa berlawanan. Saya seperti harus belajar mengendarai motor dari awal lagi,” ungkap Bulega, dikutip Motorsport.
Ia juga menjelaskan bahwa pendekatannya pada balapan utama lebih hati-hati.
Setelah kecelakaan di sprint, Bulega memilih untuk fokus menyelesaikan balapan sambil mempelajari perilaku motor.
Hasilnya, ia mencatatkan lap tercepatnya dua lap sebelum finis, meski kondisi ban sudah menurun.
Bulega menilai pencapaian satu poin bukanlah hal utama.
Baginya, rasa percaya diri dan kemampuan memahami motor menjadi prioritas.
“Yang terpenting adalah saya mulai mendapatkan sedikit kepercayaan diri. Ini balapan panjang pertama saya, dan saya merasa semakin memahami motor setiap lapnya,” ujarnya.
Meskipun merasa masih banyak hal yang harus diperbaiki, termasuk start dan ritme awal balapan, Bulega optimis bisa berkembang lebih jauh seiring bertambahnya jam terbang di lintasan.
Saat dimintai pendapat tentang kesulitan yang dialami Francesco Bagnaia, Bulega menilai sang juara dunia dua kali masih menjadi pembalap yang sangat kuat.
“Menurut saya, Pecco sangat kuat. Jika ia mendapatkan kembali rasa percaya dirinya sepenuhnya, akan sangat sulit bagi siapa pun untuk mengalahkannya,” kata Bulega.
Meski belum bisa memastikan masa depannya di MotoGP, Bulega sadar bahwa satu akhir pekan belum cukup untuk menilai potensinya sepenuhnya.
Namun, dengan semangat belajar dan adaptasi cepat, ia menunjukkan potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam grid MotoGP di musim-musim mendatang.
“Masih terlalu dini untuk menilai. Saya masih melakukan banyak kesalahan, tetapi setiap kali saya bertahan di atas motor, saya belajar sesuatu yang baru,” pungkasnya dengan senyum.
Editor : Lugas Rumpakaadi