Robertson, yang akan berusia 32 tahun pada akhir musim ini, telah tampil 354 kali untuk Liverpool selama delapan tahun kariernya yang gemilang di Anfield. Dalam periode tersebut, ia berhasil meraih seluruh trofi utama dan dikenal luas sebagai salah satu bek kiri terbaik di generasinya.
Namun, seperti yang terjadi pada Virgil van Dijk, Mohamed Salah, dan Trent Alexander-Arnold musim lalu, Liverpool dikenal jarang memperpanjang kontrak pemain yang sudah memasuki usia 30-an. Hal itu membuat masa depan Robertson di klub kini tampak semakin tidak pasti.
“Saya rasa musim lalu semua orang sudah bosan membicarakan soal tiga pemain itu. Tapi bagi saya, hubungan antara saya dan klub ini luar biasa,” ujar Robertson.
“Liverpool telah melakukan segalanya untuk saya dan keluarga saya. Saya juga merasa sudah memberikan banyak bagi klub, dari bergabung dengan harga £8 juta dari Hull City hingga sekarang. Apa pun yang terjadi nanti akan dibicarakan secara internal, dan saya santai soal itu.”
“Kalau ini memang tahun terakhir saya, ya sudah. Kalau tidak, saya tetap akan melanjutkan dengan semangat yang sama. Musim panas lalu memang agak berat bagi saya karena banyak keputusan yang harus dipertimbangkan.”
Tolak Atletico Madrid, Robertson Kembali Rebut Posisi Utama
Pernyataan Robertson mengacu pada minat Atletico Madrid yang sempat berusaha mendatangkannya pada bursa transfer musim panas lalu.
Saat itu, Liverpool telah merekrut Milos Kerkez dari Bournemouth dengan harga £40 juta, yang membuat posisi Robertson sempat terancam.
Pemain muda asal Hungaria itu bahkan sempat menjadi starter di sembilan laga awal Premier League musim ini. Namun, Robertson berhasil merebut kembali posisinya dalam dua pekan terakhir dengan empat penampilan beruntun, termasuk kemenangan atas Crystal Palace dan Manchester City.
“Saya hanya ingin menikmati beberapa bulan ke depan,” lanjut Robertson.
“Nanti, saat kontrak mulai mendekati enam bulan terakhir, tentu semuanya akan lebih intens. Tapi untuk sekarang saya hanya ingin fokus bermain sepak bola.”
“Saya senang bisa kembali ke lapangan, bermain lagi untuk Liverpool. Klub ini luar biasa bagi saya dan saya benar-benar bersyukur bisa menjadi bagian darinya.”
Peran Baru dan Masa Depan yang Belum Pasti
Musim panas lalu, Robertson juga diangkat menjadi wakil kapten Liverpool setelah sahabatnya, Trent Alexander-Arnold, hengkang ke Real Madrid. Kini, ia menjadi salah satu pemain senior di ruang ganti bersama Ibrahima Konate yang juga memasuki masa-masa akhir kontraknya.
Meski masa depannya di Anfield masih abu-abu, Robertson tampak siap menghadapi segala kemungkinan, baik bertahan maupun mengakhiri kisah manisnya bersama Liverpool. (*)
Editor : Niklaas Andries