Sejak didatangkan dari AS Monaco pada musim panas 2023, Disasi telah tampil dalam 61 pertandingan untuk The Blues. Namun, situasinya berubah drastis setelah Maresca mengambil alih kursi pelatih di Stamford Bridge.
Meski Chelsea gagal merekrut pengganti Levi Colwill yang mengalami cedera selama bursa transfer musim panas, Maresca tetap tegas bahwa pemain berusia 27 tahun itu tidak akan dimasukkan ke skuad utama dalam waktu dekat.
Kini, Disasi hanya bisa menunggu peluang di balik layar. Ia menjadi bagian dari “bomb squad” bersama Raheem Sterling, yakni para pemain yang gagal meninggalkan klub sebelum tenggat 1 September lalu.
Namun menurut laporan, Disasi mulai kembali bersemangat karena diyakini akan mendapatkan kesempatan tampil sebelum akhir tahun 2025.
Penampilan Mengejutkan di Tim U-21 Jadi Sinyal Positif
Sabtu lalu, Disasi mendapat kejutan: ia tampil sebagai starter sekaligus kapten tim Chelsea U-21 dalam laga Premier League 2 melawan Reading. Hasilnya impresif, Chelsea muda menang 4-1, dan Disasi ditarik keluar pada menit ke-71 saat timnya unggul empat gol.
Penampilan tersebut disebut sebagai bentuk penghargaan atas profesionalismenya selama dua hingga tiga bulan terakhir. Selain itu, kehadiran Disasi diklaim memberi pengaruh positif bagi para pemain muda akademi.
Meski Disasi tetap berharap bisa menembus skuad utama lagi, sejumlah laporan menyebut bahwa penjualan pada bursa transfer Januari menjadi skenario paling realistis bagi masa depannya.
Peluang Disasi untuk Tampil Bersama Chelsea pada 2025
Disasi tidak masuk dalam daftar skuad Premier League maupun Liga Champions, yang berarti ia hanya memiliki satu peluang resmi untuk bermain di level senior sebelum akhir 2025.
Kesempatan itu kemungkinan datang pada 16 Desember 2025, saat Chelsea dijadwalkan menghadapi Cardiff City (klub League One) di perempat final EFL Cup.
Dalam laga tersebut, Disasi bebas dimainkan, dan peluangnya untuk tampil akan terbuka jika Maresca ingin merotasi pemain belakang utama.
Chelsea dijadwalkan memainkan delapan pertandingan sepanjang Desember, dan laga melawan Cardiff menjadi pertandingan kelima. Mengingat jadwal padat, tidak mustahil Disasi masuk dalam daftar pemain cadangan.
Meski demikian, dengan hanya dua laga tersisa antara 13–27 Desember (Cardiff dan Newcastle United), Maresca mungkin akan tetap mengandalkan pemain inti tanpa banyak rotasi di lini pertahanan.
Axel Disasi masih berusaha menjaga profesionalisme dan semangatnya meski terpinggirkan dari skuad utama Chelsea. Penampilannya bersama tim U-21 bisa menjadi sinyal bahwa dirinya belum menyerah untuk membuktikan kualitasnya di bawah asuhan Enzo Maresca.
Namun, dengan peluang bermain yang terbatas dan opsi transfer yang terbuka pada Januari, masa depan sang bek asal Prancis di Stamford Bridge tetap diliputi ketidakpastian. (*)
Editor : Niklaas Andries