Menurut laporan terbaru, pemain berusia 22 tahun itu kini menjadi target utama Xabi Alonso, yang terkesan dengan perkembangan pesat Rivero dalam dua musim terakhir bersama klub asal Argentina tersebut.
Ketertarikan Real Madrid terhadap Rivero muncul setelah mereka bermain imbang tanpa gol melawan Rayo Vallecano pada laga La Liga, meskipun tetap unggul lima poin dari Barcelona di klasemen sementara.
Di bawah asuhan Alonso, Los Blancos mencatat empat clean sheet dalam enam pertandingan terakhir, menandakan kokohnya lini belakang mereka, meski sektor depan masih menjadi sorotan karena ketajaman yang belum konsisten.
Generasi Baru Pertahanan Real Madrid: Dari Huijsen hingga Alexander-Arnold
Real Madrid saat ini tengah membangun fondasi pertahanan masa depan dengan merekrut sejumlah pemain muda berbakat.
Musim panas lalu, mereka mendatangkan Dean Huijsen dari Bournemouth, Trent Alexander-Arnold dari Liverpool, dan Álvaro Fernández sebagai bek kiri anyar.
Huijsen, yang baru berusia 20 tahun, tampil menjanjikan dan diproyeksikan menjadi tulang punggung lini belakang Real untuk jangka panjang.
Sementara itu, Alexander-Arnold masih beradaptasi dengan sistem permainan baru Alonso, terutama setelah sempat diganggu cedera. Meski demikian, kualitas teknik dan visi permainannya tak diragukan lagi.
Para pengamat menilai langkah ini mengingatkan pada era keemasan pertahanan Real Madrid di dekade 2010-an, ketika Sergio Ramos, Pepe, Marcelo, dan Dani Carvajal menjadi tembok kokoh yang mengantarkan klub meraih berbagai gelar bergengsi.
Dengan regenerasi yang sedang berlangsung, Los Blancos diyakini tengah menyiapkan skuad yang mampu kembali mendominasi Eropa dalam beberapa tahun ke depan.
Persaingan Panas: Rivero Juga Diminati Atletico dan Tottenham
Meski Real Madrid berada di posisi terdepan, perebutan tanda tangan Lautaro Rivero dipastikan tidak akan mudah. Bek berpostur 1,87 meter itu juga menarik perhatian dari Atletico Madrid dan Tottenham Hotspur, yang sama-sama mencari tambahan di lini pertahanan untuk musim depan.
Kemampuan Rivero membaca permainan, menguasai duel udara, serta ketenangannya dalam mengalirkan bola dari belakang membuatnya digadang-gadang sebagai salah satu bek muda paling menjanjikan di Amerika Selatan.
Jika berhasil direkrut, ia diperkirakan akan menjadi bagian penting dalam revolusi defensif Xabi Alonso di Bernabeu.
Fokus Musim Panas: Perlukah Real Madrid Tambah Lini Serang?
Meski lini pertahanan kini menjadi kekuatan baru, Real Madrid masih memiliki pekerjaan rumah di sektor depan.
Kehadiran Kylian Mbappe dan Vinicius Junior memang menambah daya ledak, tetapi keduanya sama-sama lebih nyaman bermain di sisi kiri. Hal ini kerap membuat Los Blancos kesulitan ketika menghadapi lawan dengan pertahanan rapat, seperti saat menghadapi Liverpool dan Rayo Vallecano.
Nama Harry Kane dari Bayern Munich sempat dikaitkan dengan Madrid, namun usianya yang sudah 32 tahun dianggap tidak sesuai untuk investasi jangka panjang.
Alternatif lain adalah Erling Haaland dari Manchester City, meski peluang untuk memboyong striker Norwegia itu ke Santiago Bernabéu masih bergantung pada kesediaan pihak The Citizens.
Era Baru di Bernabeu: Strategi Jangka Panjang Xabi Alonso
Kebijakan transfer Real Madrid di bawah Xabi Alonso menunjukkan arah yang jelas: membangun tim muda dengan kombinasi pengalaman dan potensi besar.
Dengan nama-nama seperti Huijsen, Alexander-Arnold, dan kemungkinan datangnya Rivero, Real Madrid tampak tengah menyiapkan generasi penerus yang bisa menjaga tradisi kejayaan klub di Eropa.
Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Los Blancos bukan hanya akan tetap menjadi kekuatan utama di La Liga, tetapi juga menjadi ancaman serius di Liga Champions untuk dekade mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries