Pelatih Ruben Amorim memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi lima pertandingan beruntun setelah timnya bermain imbang 2-2 kontra Tottenham Hotspur di London, Sabtu malam waktu setempat.
Namun, di balik hasil positif tersebut, performa tim dan meningkatnya jumlah pemain cedera menjadi sumber kekhawatiran baru bagi pelatih asal Portugal itu.
Dalam laga tersebut, Harry Maguire dan Casemiro terpaksa ditarik keluar karena masalah fisik. Sementara Sesko juga harus meninggalkan lapangan akibat benturan keras di bagian lutut, yang membuat Amorim khawatir akan potensi cedera serius pada pemain berusia 22 tahun itu.
Meski begitu, laporan dari media Slovenia Sportklub menyebutkan bahwa Sesko kemungkinan terhindar dari cedera jangka panjang, tetapi pihak klub tetap berhati-hati dalam proses pemulihan sang striker.
Krisis Lini Serang Manchester United: Tantangan Berat Jelang Piala Afrika
Situasi makin rumit bagi Amorim karena kedalaman skuad di lini depan Manchester United kini mulai menipis. Bryan Mbeumo, yang sejauh ini menjadi pemain paling produktif dengan enam gol, akan absen pada musim dingin nanti karena harus memperkuat Timnas Kamerun di Piala Afrika (AFCON).
Kepergian Mbeumo jelas akan menjadi pukulan telak bagi The Red Devils. Sementara itu, Sesko yang baru mencetak dua gol dalam 12 pertandingan, dinilai masih belum konsisten dalam memberikan kontribusi nyata.Tanpa suplai umpan dari Mbeumo, potensi produktivitas Sesko bisa semakin menurun.
Tak hanya itu, Amad Diallo juga akan meninggalkan klub untuk tugas internasional, membuat Amorim hanya memiliki pilihan terbatas di sektor depan: Sesko, Matheus Cunha, Mason Mount, dan Joshua Zirkzee.
Produktivitas Menurun: Sinyal Bahaya untuk Ruben Amorim
Masalah utama Manchester United bukan hanya cedera, tetapi juga menurunnya efektivitas serangan.
Saat menghadapi Tottenham, Setan Merah hanya mampu mencatat lima tembakan sepanjang laga, dengan satu-satunya peluang tepat sasaran baru hadir di menit ke-96, ketika Matthijs de Ligt mencetak gol penyama kedudukan dari skema tendangan sudut.
Musim ini, United justru tampil lebih baik ketika bermain dengan strategi serangan balik cepat, namun ketergantungan pada taktik itu mulai menjadi masalah besar.
Tottenham berhasil membatasi ruang serangan balik, dan terlihat jelas bahwa United kesulitan ketika harus menghadapi tim yang bermain agresif dan menekan tinggi.
Meski dalam lima laga terakhir mereka selalu mencetak minimal dua gol, Amorim menyadari timnya perlu solusi baru untuk menciptakan peluang dari permainan terbuka, terutama melawan tim-tim dengan pertahanan rapat.
Kesimpulan: Menunggu Hasil MRI dan Mencari Jalan Keluar
Manchester United kini berada dalam situasi genting. Cedera Benjamin Sesko, potensi absennya Mbeumo dan Diallo, serta inkonsistensi serangan membuat Ruben Amorim harus segera menemukan formula baru agar tim tetap kompetitif di semua kompetisi.
Jika hasil MRI menunjukkan Sesko tidak mengalami cedera serius, itu akan menjadi kabar baik bagi Setan Merah. Namun, jika sebaliknya, United harus segera mencari solusi cepat di bursa transfer musim dingin mendatang. (*)
Editor : Niklaas Andries