Setelah sempat bangkit dengan kemenangan beruntun atas Aston Villa dan Real Madrid, The Reds kembali terpuruk di Liga Inggris. Kekalahan dari City membuat mereka kini tertinggal delapan poin dari pemuncak klasemen, Arsenal.
Satu-satunya momen kontroversial bagi Liverpool terjadi ketika gol sundulan Virgil van Dijk dianulir setelah pemeriksaan VAR. Selebihnya, tim asuhan Arne Slot tampil tanpa daya di lini depan, sementara Wirtz sama sekali gagal memberi pengaruh berarti.
Neville: “Wirtz Harus Segera Bangkit, Dia Tidak Bisa Terlihat Seperti Anak Kecil”
Dalam podcast-nya, Neville mengungkapkan keprihatinan mendalam atas performa Wirtz yang dinilainya jauh di bawah ekspektasi.
“Saya pikir Wirtz, secara khusus, tampil sangat buruk hari ini,” ujar Neville.
“Kita sudah terlalu lama memberi toleransi, dia masih muda, baru pindah ke negara baru. Tapi dengan harga £120 juta, dia harus mulai membuktikan diri.”
Neville menilai gelandang serang asal Jerman itu memang memiliki teknik luar biasa, namun penampilannya di Etihad sangat mengecewakan.
“Dia jelas pemain berbakat, tapi hari ini dia benar-benar diacak-acak oleh [Matheus] Nunes dan pemain City lainnya,” lanjut Neville.
“Dia tidak hanya kalah secara fisik, tapi juga gagal menunjukkan kualitas yang diharapkan. Performa seperti ini sangat mengkhawatirkan.”
Mantan kapten Manchester United itu kemudian menyebut performa Wirtz sebagai “masalah nyata” bagi Liverpool.
“Mari kita jujur, Wirtz adalah masalah. Dia pemain £120 juta (Rp 2,1 triliun), tapi terlihat seperti anak kecil di lapangan. Itu tidak bisa diterima,” tegas Neville.
“Dia pemain timnas Jerman yang seharusnya tampil tangguh, tapi justru terlihat jauh dari level yang diharapkan di laga besar.”
Statistik Buruk Wirtz dan Krisis Liverpool
Dalam laga melawan Manchester City, Wirtz tidak mencatat satu pun tembakan tepat sasaran, kalah dalam empat duel, dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-83.
Sejak bergabung dari Bayer Leverkusen, pemain berusia 22 tahun itu belum mencetak gol maupun assist dalam 11 pertandingan Premier League pertamanya, catatan yang jauh dari harapan.
Masalah Liverpool tak berhenti di sana. Tim asuhan Arne Slot kalah lima kali dari 11 laga musim ini, dan belum meraih satu pun poin tandang, termasuk kekalahan dari Crystal Palace, Chelsea, Brentford, dan kini Manchester City.
Lini pertahanan The Reds juga menjadi sorotan setelah kebobolan 17 gol, dengan Ibrahima Konaté gagal tampil konsisten mendampingi Virgil van Dijk.
Selain itu, Slot dinilai belum menemukan sistem permainan yang mampu memaksimalkan potensi pemain baru seperti Florian Wirtz dan Hugo Ekitike.
Tantangan Arne Slot: Kembalikan Identitas Liverpool
Neville menutup komentarnya dengan menekankan bahwa Liverpool sedang berada di masa transisi yang berbahaya.
“Arne Slot harus segera menemukan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Liverpool terlihat kehilangan arah dan kepercayaan diri,” katanya.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan hanya Wirtz yang akan jadi sasaran kritik, tapi seluruh proyek pembaruan Liverpool di bawah Slot bisa berada di ujung tanduk. (*)
Editor : Niklaas Andries