Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Manchester City Gunduli Liverpool 3-0! Tekanan Meningkat untuk Arne Slot, Pep Guardiola Rayakan Laga ke-1.000 dengan Pesta Gol

Niklaas Andries • Senin, 10 November 2025 | 15:15 WIB

KEDUA: Manchester City mampu redam permainan Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris
KEDUA: Manchester City mampu redam permainan Liverpool dalam lanjutan Liga Inggris
RADARBANYUWANGI.ID - Pep Guardiola menandai laga ke-1.000 dalam karier kepelatihannya dengan sempurna. Manchester City tampil gemilang dan membungkam juara bertahan Liga Inggris, Liverpool, dengan skor telak 3-0 di Etihad Stadium, Senin (10/11).

Erling Haaland menebus kegagalannya mengeksekusi penalti di awal laga dengan mencetak gol pembuka lewat sundulan pada menit ke-59, gol ke-14-nya musim ini dan ke-99 di Liga Inggris sejak bergabung dengan City empat tahun lalu.

Virgil van Dijk sempat menyamakan kedudukan untuk Liverpool, tetapi golnya dianulir karena offside. Malapetaka bagi The Reds datang di masa tambahan babak pertama ketika tembakan jarak jauh Nico Gonzalez membentur Van Dijk dan mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili.

Jeremy Doku menutup pesta City dengan gol spektakuler di babak kedua. Aksi solo brilian pemain asal Belgia itu dari luar kotak penalti memastikan kemenangan 3-0 sekaligus gelar Man of the Match.

Dengan hasil ini, Manchester City naik ke peringkat kedua klasemen sementara dan kini hanya berjarak empat poin dari pemuncak klasemen, Arsenal. Sementara itu, Liverpool harus puas turun ke posisi kedelapan, tertinggal delapan poin dari The Gunners setelah 11 pertandingan.

Berikut empat sorotan utama dari duel panas antara Manchester City dan Liverpool.

1. Bukan Liverpool, Manchester City Adalah Pesaing Utama Arsenal

Arsenal memang tampil impresif dalam tiga musim terakhir dan kini menjadi tim yang diburu, bukan lagi pemburu. Namun, setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Sunderland, pintu terbuka lebar bagi City atau Liverpool untuk mengambil alih momentum.

Manchester City menjawab tantangan itu dengan meyakinkan. Dominasi mereka atas Liverpool menunjukkan bahwa pasukan Guardiola adalah penantang sejati Arsenal dalam perebutan gelar, bukan Liverpool yang tampil pincang dan kehilangan arah di semua lini.

Sejak April lalu, City telah meraih 45 poin di Premier League, tertinggi di antara semua tim, dengan 14 kemenangan dari 20 laga terakhir dengan 3 imbang dan 3 kalah. Di Etihad, mereka tak terkalahkan dalam 13 laga terakhir di semua kompetisi, bahkan memenangkan tujuh laga terakhir dengan selisih minimal dua gol.

Permainan penuh energi, agresi, dan tempo tinggi di laga ini membuktikan bahwa City telah menemukan kembali ritme juara mereka.

2. Penampilan Gemilang Doku, yang Terbaik Sejak Berseragam City

Sejak direkrut dari Rennes seharga £55 juta pada 2023, Jeremy Doku sering dikritik karena inkonsistensi dan minim kontribusi gol. Namun, melawan Liverpool, pemain berusia 23 tahun itu menunjukkan kelasnya.

Dalam laga ke-100 bersama City, Doku tampil eksplosif dan menjadi ancaman konstan di sisi kiri. Statistiknya mencengangkan, menjadi pemain pertama di Premier League sejak Eden Hazard (Chelsea, 2019) yang berhasil mencetak gol, memenangkan lebih dari 10 duel, melakukan tujuh dribel sukses, menciptakan tiga peluang, dan melepaskan tiga tembakan tepat sasaran dalam satu pertandingan.

Bek Liverpool Conor Bradley tak mampu menahan kecepatan dan kelincahan Doku, yang kini telah menciptakan lebih dari 20 peluang musim ini. Jika performa seperti ini terus berlanjut, masa depan cerah menantinya di bawah asuhan Guardiola.

3. Florian Wirtz Kembali Mengecewakan untuk Liverpool

Didatangkan dari Bayer Leverkusen seharga £116 juta, Florian Wirtz diharapkan menjadi playmaker masa depan Liverpool. Namun, performanya jauh dari ekspektasi.

Di laga kontra City, Wirtz gagal mencatatkan satu pun umpan kunci, kehilangan bola sembilan kali, tak berhasil melepaskan umpan silang akurat, dan tidak memenangkan satu pun duel dalam 83 menit di lapangan.

Pemain asal Jerman itu bahkan menjadi sasaran ejekan suporter City dengan chant “What a waste of money” saat ditarik keluar. Setelah 11 laga tanpa gol atau assist di Premier League, tekanan besar kini mengarah padanya untuk segera membuktikan diri.

4. Tekanan Meningkat untuk Arne Slot Setelah Kekalahan Telak

Pelatih Liverpool, Arne Slot, mengakui bahwa minggu ini berakhir buruk setelah dua kemenangan meyakinkan melawan Aston Villa dan Real Madrid. Kekalahan di Etihad memperlihatkan banyak kelemahan mendasar yang belum bisa ia atasi.

Pertahanan Liverpool kembali rapuh, lini tengah kurang kreatif, dan pressing mereka hilang arah. Meskipun beberapa keputusan wasit mungkin tidak menguntungkan, performa keseluruhan The Reds jauh dari standar tim juara.

Dengan investasi transfer lebih dari £450 juta, fans Liverpool jelas mengharapkan hasil yang lebih baik. Musim masih panjang, tetapi jika performa seperti ini terus berlanjut, tekanan terhadap Slot untuk segera menemukan solusi akan semakin berat.

Manchester City kembali menunjukkan mengapa mereka menjadi kekuatan dominan di Liga Inggris. Dengan Guardiola yang masih haus akan kesuksesan dan Doku yang mulai bersinar, City tampak siap menantang Arsenal hingga akhir musim.

Sementara itu, bagi Arne Slot dan Liverpool, kekalahan ini menjadi alarm keras bahwa perubahan nyata harus segera dilakukan atau risiko kehilangan tempat di papan atas semakin nyata. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#manhester city #Liverpool #arne slot #pep guardiola